Logo Header Antaranews Kupang

Pertamina mengalihkan suplai BBM dari Atapupu ke TTS imbas jembatan Oelmasi7 ambruk

Kamis, 26 Maret 2026 15:57 WIB
Image Print
Pengendara sepeda motor berusaha melintas di jembatan yang ambruk di Kabupaten Kupang, NTT. ANTARA/Ho-Yudi

Kupang (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Jatim Bali Nusa Tenggara (Jatimbalinus) melakukan alih suplai bahan bakar minyak (BBM) dari Terminal BBM Atapupu ke Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), imbas ambruknya Jembatan Oelmasi I di Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang.

Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi dihubungi dari Kupang, Kamis, mengatakan selama ini distribusi BBM ke TTS semuanya melalui Terminal BBM Tenau di Kupang.

“Karena kondisi ini, sehingga dilaksanakan alih suplai ke Terminal BBM terdekat yakni Terminal BBM Atapupu dengan jarak tempuh satu kali perjalanan rata-rata di 80 km,” katanya.

Pertamina, ujar dia, telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk penyaluran BBM ke daerah yang terdampak akibat ambruknya jembatan itu.

Selama ini penyaluran BBM ke Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) jarak tempuhnya agak lebih dekat yakni 46 kilometer dibandingkan dengan dari Atapupu.

Ahad menambahkan, selain alih suplai BBM, sebagai antisipasi, Pertamina juga melaksanakan alternatif perbantuan Mobil Tangki (MT).

"Unit MT bantuan ini digunakan untuk memaksimalkan pelaksanaan alih suplai demi kelancaran dan percepatan distribusi,” tambah dia.

Ahad menambahkan Pertamina berkomitmen memastikan kelancaran distribusi BBM di Kabupaten Kupang dan sekitarnya.

Sebelumnya diberitakan Jembatan Ooelmasi I di kilometer 38 di Kabupaten Kupang dilaporkan ambruk. Akibat ambruk, sejumlah kendaraan yang hendak melintas ke Kabupaten TTS hingga ke perbatasan Indonesia-Timor Leste terhenti dan sebaliknya.

Jembatan tersebut merupakan jembatan penghubung di Pulau Timor dan menjadi satu-satunya jalur transportasi menuju ke Timor Leste.

Pemerintah Provinsi NTT saat ini juga sedang membuat jalan alternatif atau darurat agar kendaraan bisa terus melintas walaupun harus secara pelan-pelan.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026