Bulog NTT optimalkan peran 407 Rumah Pangan Kita

id Rumah Pangan Kita

Salah seorang warga sedang membeli kebutuhan pokok yang dijual murah oleh Bulog melalui Rumah Pangan Kita di kompleks Pasar Larangan, Banyumas, Rabu (17/5), dalam rangkaian kegiatan Gerakan Stabilisasi Harga. (ANTARA FOTO/Sumarwoto)

Bulog Divre NTT mengoptimalkan peran 407 rumah pangan kita (RPK) di daerah ini untuk menjaga kestabilan harga pangan selama bulan suci Ramadhan 1440 Hijriyah.
Kupang (ANTARA) - Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Eko Pranoto, mengatakan pihaknya mengoptimalkan peran 407 rumah pangan kita (RPK) di daerah ini untuk menjaga kestabilan harga pangan selama bulan suci Ramadhan 1440 Hijriyah.

"Ratusan sahabat RPK yang kami bentuk ini juga dioptimalkan perannya selama Ramadhan agar aktif memasarkan komoditi pangan untuk menjaga kestabilan harga," katanya di Kupang, Selasa (14/5).

Ia menjelaskan, ratusan RPK yang tersebar di 22 kabupaten/kota se-NTT ini merupakan pelaku usaha binaan Bulog yang membantu melakukan stabilisasi harga kebutuhan pokok masyarakat.

Dia mengatakan RKK telah menyebar di berbagai titik pemukiman warga, sehingga memudahkan masyarakat untuk menjangkau bahan-bahan kebutuhan pokok.

Sejumlah bahan pokok yang dijual melalui RPK di antaranya, beras medium Rp9.000 per kg, minyak goreng Rp13.000 per liter, gula pasir Rp12.500/kg, terigu 9.000 per kg, dan bawang merah dengan harga Rp35.000 per kg.

Baca juga: Stok beras yang dikuasai Bulog NTT sebanyak 34.000 ton

"Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan RPK ini untuk mendapatkan bahan pokok dengan mudah dan harga terjangkau," katanya sembari menambahkan pihaknya selalu ikut serta dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di Provinsi NTT terutama ketika menyambut hari raya.

Ia mengatakan, selain memanfaatkan RPK, pihaknya juga gencar melakukan operasi pasar seperti yang digelar di Kota Kupang pada 4-5 Mei dan dilanjutkan pada 13-16 Mei bersama Satgas Pangan dari Polda NTT dan tim pengendali inflasi daerah (TPID) setempat.

"Prinsipnya operasi pasar tetap kami gelar sesuai jadwal, selain itu kami juga siap ketika ada permintaan dari instansi tertentu, lembaga keagamaan, atau masyarakat," katanya.

Baca juga: 7.463 ton beras untuk OP di NTT
Baca juga: Bulog NTT serap 1,5 ton bawang merah dari petani Sabu Raijua
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar