Logo Header Antaranews Kupang

Gubernur NTT mendorong produk desa di perbatasan tembus lintas negara

Senin, 30 Maret 2026 15:33 WIB
Image Print
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena saat memberikan kata Sambutan di Belu. ANTARA/Ho-Pemprov NTT

Kupang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membidik pasar lintas batas Timor Leste dengan mendorong produk olahan desa agar mampu bersaing dan menguasai perdagangan di wilayah perbatasan itu.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena di Belu, Senin mengatakan posisi strategis Kabupaten Belu sebagai daerah perbatasan dengan negara Timor Leste harus dimanfaatkan untuk memperkuat ekspansi produk lokal ke pasar internasional.

“Perbatasan ini transaksi hariannya besar. Jangan sampai kita hanya jadi penonton, sementara produk dari luar yang menguasai pasar,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kunci utama untuk menembus pasar lintas negara adalah peningkatan kualitas produk melalui proses hilirisasi, mulai dari pengolahan hingga pengemasan sesuai standar.

Komoditas lokal seperti jagung, umbi-umbian, kacang-kacangan hingga tenun ikat dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan ekspor skala kecil.

“Kalau dikemas baik dan memenuhi standar seperti BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan), produk kita bisa bersaing, bahkan di pasar luar,” ujarnya.

Upaya tersebut diperkuat melalui program “SMK Membangun Desa” yang mengintegrasikan pendidikan vokasi dengan kebutuhan ekonomi desa.

Program ini mengusung konsep One Village One Product dan mendorong setiap desa memiliki produk unggulan berbasis potensi lokal.

Gubernur juga menekankan pentingnya transformasi SMK menjadi pusat produksi, bahkan mendorong pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berstandar internasional di wilayah perbatasan.

“Kita tidak bisa lagi hanya teori. Harus produksi dan berani bersaing karena kita berada di beranda negara,” katanya.

Pemerintah daerah Kabupaten Belu menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut sebagai langkah konkret meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan di wilayah desa perbatasan.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026