Logo Header Antaranews Kupang

Pemkot Kupang menggelar pasar murah bersubsidi di sembilan lokasi jelang Paskah

Selasa, 31 Maret 2026 15:09 WIB
Image Print
Warga berbelanja dalam kegiatan pasar murah di halaman Gereja Paroki St. Yoseph Naikoten Kupang, Selasa (31/3/2026). (ANTARA/Yoseph Boli Bataona)

Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, menggelar pasar murah bersubsidi di sembilan lokasi pada 30 Maret-1 April 2026, guna menjaga stabilitas harga serta pasokan pangan menjelang Hari Raya Paskah 2026.

“Selain dalam rangka menyongsong Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Idul Fitri, Nyepi dan Paskah, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengendalikan inflasi,” kata Analis Kebijakan Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang Gunawan Usman di sela-sela kegiatan pasar murah bersubsidi di Gereja Paroki St. Yoseph Naikoten Kupang, Selasa.

Ia menjelaskan pengendalian inflasi diperlukan karena pada akhir tahun 2025 inflasi di Kota Kupang mengalami kenaikan.

Karena itu, memasuki tahun 2026 yang berdekatan dengan momentum HBKN, pemerintah kembali menyediakan dana untuk kegiatan pasar murah.

“Pasar murah hari ini merupakan hari kedua dalam rangka menyongsong Paskah. Dalam satu hari terdapat tiga titik pelaksanaan, jadi totalnya sembilan titik” katanya.

Selanjutnya, pada Rabu (1/4), kegiatan akan dilaksanakan di Gereja Katolik Stasi YMY Kelurahan Liliba, GMIT Ebenhaezer Kelurahan Oeba, dan GMIT Anak Sulung Kelurahan Bello.

Ia mengatakan komoditas yang disediakan juga berjumlah sembilan jenis, yaitu beras, telur ayam, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, bawang putih, cabai kecil, cabai besar, serta daging ayam.

“Untuk beras, subsidi yang diberikan sebesar Rp25.000. Misalnya, jika harga beras premium Rp77.000, maka masyarakat dapat membeli dengan harga Rp52.000. Untuk beras super premium seharga Rp95.000, masyarakat dapat membeli dengan harga Rp65.000,” jelasnya.

Selain itu, telur ayam disubsidi dari Rp65.000 menjadi Rp50.000, gula pasir dari Rp20.000 menjadi Rp15.000, begitu juga minyak goreng. Sementara bawang merah dan bawang putih disubsidi Rp10.000, dari Rp40.000 menjadi Rp30.000.

“Untuk cabai kecil, harga pasar saat ini mencapai Rp120.000 hingga Rp140.000, sehingga diberikan subsidi Rp20.000. Jika harga masih terlalu tinggi, kami imbau distributor agar melakukan penyesuaian kemasan, misalnya dijual dalam ukuran setengah kilogram dengan harga sekitar Rp50.000 setelah subsidi,” tambahnya.

Warga melakukan pendaftaran untuk mendapatkan kupon dalam kegiatan pasar murah bersubsidi di halaman Gereja Paroki St. Yoseph Naikoten, di Kupang, Selasa (31/3/2026). (ANTARA/Yoseph Boli Bataona)

Gunawan menyampaikan dalam kegiatan tersebut, masyarakat cukup membawa fotokopi KTP sebagai syarat untuk mendapatkan kupon.

Setiap orang dapat memperoleh kupon untuk sembilan komoditas, tetapi pembelian disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Adapun kupon yang tidak digunakan akan dikembalikan.

“Sistem yang kami gunakan saat ini sudah berbasis digital, yakni melalui pendataan Google Form dan penggunaan barcode pada kupon untuk memastikan keabsahan. Hal ini menjadi langkah maju dalam digitalisasi pelayanan,” katanya.

Pemkot Kupang, lanjut dia, mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying, tetapi berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan menyongsong Paskah.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026