Logo Header Antaranews Kupang

Kemenag NTT dan Densus 88 perkuat sinergi lawan radikalisme

Selasa, 31 Maret 2026 18:22 WIB
Image Print
Kemenag NTT dan Densus 88 melakukan pertemuan guna memperkuat sinergi dalam lawan intoleransi dan radikalisme.  (ANTARA/HO-Kemenag NTT)

Kupang, NTT (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur (Kanwil Kemenag NTT) dan Densus 88 memperkuat sinergi melawan intoleransi dan radikalisme di daerah tersebut.

Kepala Kanwil Kemenag NTT Fransiskus Kariyanto di Kupang, Selasa, mengatakan sinergi tersebut sebagai langkah nyata membangun kolaborasi lintas lembaga dalam menghadapi tantangan bersama, khususnya pencegahan penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET).

Pada kesempatan itu, kedua pihak membahas rencana kerja sama strategis yang tidak hanya berorientasi pada penanganan, tetapi juga pencegahan melalui pendekatan edukatif dan humanis di tengah masyarakat.

Fransiskus menegaskan bahwa upaya menjaga kerukunan umat beragama tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat antar lembaga.

“Kerukunan adalah fondasi utama kehidupan berbangsa. Karena itu, kolaborasi seperti ini menjadi sangat penting agar kita tidak hanya merespons persoalan, tetapi juga mencegah sejak dini,” ujarnya.

Menurut dia, kolaborasi tersebut penting khususnya dalam persiapan menjelang Hari Raya Paskah 2026.

Selain itu, untuk memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga situasi yang aman dan kondusif di NTT.

Ia juga menekankan bahwa Kementerian Agama memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran moderasi beragama melalui pendidikan, penyuluhan, dan pendekatan kultural yang menyentuh hati masyarakat.

Sementara itu, Kepala Satuan Tugas Wilayah NTT Densus 88 AT Polri Kombes Pol Beni Kusworo menyambut baik sinergi yang dibangun bersama Kemenag NTT.

Menurut dia, pendekatan keamanan perlu berjalan beriringan dengan pendekatan sosial dan keagamaan agar hasilnya lebih efektif dan berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa pencegahan tidak cukup hanya dengan penegakan hukum. Perlu ada sentuhan nilai, edukasi, dan kerja sama dengan tokoh agama serta institusi seperti Kemenag,” ujarnya.

Melalui kolaborasi Kanwil Kemenag NTT bersama Densus 88 mengharapkan terbangunnya langkah-langkah konkret yang mampu memperkuat ketahanan sosial masyarakat, sekaligus menjaga harmoni di tengah keberagaman yang menjadi kekayaan NTT.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026