Logo Header Antaranews Kupang

Rusia mengecam keras serangan baru terhadap PLTN Bushehr Iran

Minggu, 5 April 2026 17:23 WIB
Image Print
Ilustrasi - Unit-unit angkatan laut dari Iran dan Rusia melakukan simulasi penyelamatan kapal yang dibajak selama latihan angkatan laut gabungan yang diadakan di Pelabuhan Bandar Abbas dekat Selat Hormuz di Hormozgan, Iran pada 19 Februari 2026. ANTARA/Latihan Gabungan Militer Angkatan Laut/Tentara Iran/Handout/pri.

Moskow (ANTARA) - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, pada Sabtu mengatakan bahwa Rusia semakin prihatin dengan laporan serangan baru terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr Iran, dan mengecam keras penembakan baru yang menimbulkan korban jiwa tersebut.

Sebelumnya pada hari itu, Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) mengatakan bahwa lokasi PLTN Bushehr diserang oleh AS dan Israel, dan menewaskan salah satu karyawannya.

"Kami semakin prihatin dengan laporan serangan rudal baru terhadap PLTN Bushehr pada 4 April. Kami tengah mempelajari informasi yang masuk mengenai masalah ini. Kami mengecam keras aksi kejam yang menyebabkan korban jiwa ini," kata Zakharova seperti dikutip oleh kementerian tersebut.

Ia lantas mendesak agar serangan terhadap fasilitas nuklir Iran, termasuk PLTN Bushehr, dihentikan untuk "mencegah hal terburuk."

"Pihak Rusia melakukan segala upaya untuk menarik perhatian komunitas internasional dan publik global terhadap fakta bahwa situasi di PLTN Bushehr semakin berbahaya," imbuhnya.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rusia kecam keras serangan baru terhadap PLTN Bushehr Iran



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026