
Pertamina patra niaga Jatimbalinus raih 13 penghargaan PROPER 2025

Pencapaian PROPER Emas dan Hijau ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjalankan operasional berbasis prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG)
Kupang (ANTARA) -
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) meraih 13 penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Dari jumlah tersebut, satu unit meraih PROPER Emas yakni Integrated Terminal Surabaya, sementara 12 unit lainnya memperoleh PROPER Hijau, meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang mencatat 10 PROPER Hijau.
Penghargaan PROPER Emas diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq kepada Group Head Operation Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Budi Prasojo dalam ajang Anugerah Lingkungan PROPER di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Senin (7/4).
Adapun 12 unit yang meraih PROPER Hijau masing-masing Aviation Fuel Terminal Lombok (BIL), Aviation Fuel Terminal Juanda, Aviation Fuel Terminal El Tari, Bitumen Plant Gresik, Fuel Terminal Madiun, Fuel Terminal Malang, Fuel Terminal Maumere, Fuel Terminal Tuban, Integrated Terminal Ampenan, Integrated Terminal Bima, Integrated Terminal Tanjung Wangi, dan Integrated Terminal Tenau.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan PROPER merupakan instrumen pemerintah untuk mendorong kepatuhan dan peningkatan kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup.
“Penghargaan PROPER menjadi bagian dari upaya mendorong dunia usaha dalam menjaga dan melindungi lingkungan hidup,” katanya.
Baca juga: DEN: Pertamina menjaga ketersediaan BBM, masyarakat diharapkan tenang
Baca juga: Pertamina apresiasi bareskrim ungkap penyalahgunaan BBM-LPG Subsidi 2025-2026
Sementara itu, Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Rasio Ridho Sani menyampaikan jumlah peserta PROPER 2025 meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dari 4.495 menjadi 5.476 perusahaan.
Dari hasil evaluasi, sebanyak 2.437 perusahaan dinyatakan taat, 2.886 perusahaan tidak taat, dan 153 perusahaan tidak beroperasi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan capaian tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional.
“Pencapaian PROPER Emas dan Hijau ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjalankan operasional berbasis prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, perusahaan akan terus mendorong inovasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) secara berkelanjutan guna meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
