
UNICEF-Pemerintah gandeng Undana dirikan pusat unggulan pangan dan gizi

usat ini akan mengintegrasikan empat fokus utama, yakni pengajaran dan pelatihan
Kupang (ANTARA) - Universitas Nusa Cendana (Undana) ditunjuk menjadi mitra strategis dalam upaya pengentasan masalah gizi di Indonesia melalui pendirian Pusat Unggulan Pemenuhan Pangan dan Gizi (CoE-PPG) di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Chief UNICEF Indonesia Mamadou Ndiaye di Kupang, Sabtu mengatakan Undana menjadi perguruan tinggi keempat yang dilibatkan dalam inisiatif tersebut setelah IPB University, Universitas Cenderawasih, dan Universitas Brawijaya.
“Pusat ini akan mengintegrasikan empat fokus utama, yakni pengajaran dan pelatihan, penelitian dan inovasi, pengelolaan pengetahuan, serta pendekatan sistem terpadu,” katanya.
Keterlibatan Undana dinilai penting mengingat karakteristik wilayah NTT yang memiliki tantangan pangan lahan kering.
Kehadiran CoE-PPG diproyeksikan menjadi motor penggerak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyediaan riset, advokasi kebijakan berbasis bukti, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di wilayah timur Indonesia.
Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, mengatakan pihaknya akan mengoptimalkan fasilitas teaching factory serta kepakaran lintas fakultas untuk mendukung program tersebut.
Baca juga: Mahasiswa Undana mengembangkan Budikdamber untuk warga pesisir Kupang
Baca juga: Gubernur NTT menekankan peran kampus perkuat SDM berbasis riset
Selain sektor kesehatan, Fakultas Pertanian, Peternakan, serta Ekonomi dan Bisnis disiapkan memperkuat rantai pasok pangan. “FKIP melalui Prodi PAUD juga akan dilibatkan untuk pendampingan gizi keluarga,” ujarnya.
Kepala LP2M Undana Prof. Dr. Ir. Yoseph Seran Mau, Ph.D., menambahkan Undana siap melakukan pendampingan pengolahan pangan berbasis sumber daya lokal seperti hasil ternak dan perikanan untuk dijadikan produk berstandar gizi.
Ia menyebut pada tahun ini pihaknya menargetkan pengabdian masyarakat di delapan kabupaten guna memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Sementara itu, pakar Ekonomi Pertanian Undana Prof. Dr. Ir. D. Roy Nendissa menilai CoE-PPG perlu diarahkan sebagai pemicu pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan rantai pasok pangan lokal.
Menurut dia, masyarakat NTT harus diberdayakan sebagai pemasok utama bahan pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Kita perlu membangun ekosistem yang melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan UMKM agar kebutuhan bahan baku program MBG tidak bergantung dari luar daerah,” katanya.
Melalui sinergi lintas sektor tersebut, CoE-PPG di Undana diharapkan menjadi katalisator dalam percepatan penurunan stunting serta mendorong terwujudnya generasi yang lebih sehat dan produktif di NTT.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
