
BPBD Flores Timur: Logistik untuk warga terdampak gempa tiba di Larantuka

Kupang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur melaporkan bantuan logistik dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur telah tiba di Larantuka, untuk didistribusikan kepada warga terdampak gempa di Pulau Adonara dan Solor.
"Logistik dari pemprov sudah tiba dan sudah disimpan di gudang, pada Rabu (15/4) akan kami distribusikan," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Flores Timur Maria Goretty Tukan saat dihubungi dari Kupang, Selasa.
Maria merinci logistik itu terdiri atas beras dua ton dan 850 ikan kaleng yang disiapkan khusus untuk warga terdampak bencana.
Dia menyebut gempa di Kabupaten Flores Timur berdampak pada 14 desa yang tersebar di dua kecamatan. Hingga saat ini data pengungsi masih terus berlanjut dan terus bertambah.
Pada hari Minggu (12/4) jumlah pengungsi mencapai 1.939 jiwa, sementara pada Senin (13/4) bertambah menjadi 2.019 jiwa atau sekitar 420 kepala keluarga.
Proses pendataan kata dia masih terus dilakukan oleh tim BPBD agar bisa mendapatkan data final terkait warga terdampak gempa.
Hingga saat ini, kata dia, sejumlah warga memilih tetap bertahan di tenda darurat atau teras rumah sebagai langkah antisipasi, meski intensitas gempa susulan dilaporkan mulai berkurang.
Sementara itu, Josep, warga Desa Baniona, Kecamatan Wotan Ulumado mengatakan sudah empat malam tidur di teras rumah.
“Kalau di desa kami memang tidak ada rumah yang rusak, tetapi saya dan beberapa warga sekitar memang sudah empat malam berturut-turut tidur di teras rumah, untuk berjaga-jaga saja, jangan sampai ada gempa susulan lagi yang lebih besar,” ujar dia.
Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa magnitudo 4,7 terjadi pada Kamis (9/4) pukul 00.30 WITA.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
