Logo Header Antaranews Kupang

Kemenag NTT-KPK memperkuat pendidikan antikorupsi berbasis kearifan lokal

Jumat, 17 April 2026 18:53 WIB
Image Print
Kepala Kanwil Kemenag NTT Fransiskus Kariyanto (tengah) dalam pertemuan dengan Tim Direktorat Jejaring Pendidikan KPK dalam kunjungan kerja di Kupang, NTT. (ANTARA/HO-Kemenag NTT)

Kupang, NTT (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperkuat pendidikan antikorupsi berbasis kearifan lokal guna membangun generasi yang berintegritas dan berkarakter jujur.

"Kami mendukung penuh instrumen evaluasi ini sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh aparatur di lingkungan Kemenag NTT memiliki integritas, tanggung jawab, dan disiplin tinggi. Saya meminta rekan-rekan untuk jujur menyampaikan apa yang terjadi di lapangan, karena dari kekurangan itulah kita dapat melakukan perbaikan secara terus-menerus," kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag NTT Fransiskus Kariyanto di Kupang, Jumat.

Hal itu disampaikan dalam pertemuan bersama Direktorat Jejaring Pendidikan KPK saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi NTT dalam rangka koordinasi, kolaborasi, dan evaluasi implementasi pendidikan antikorupsi.

Ia menginstruksikan seluruh jajarannya, mulai dari kepala bidang hingga pengawas sekolah keagamaan, untuk memberikan informasi yang transparan dan akurat.

Ia mengatakan Kemenag memiliki keunggulan fundamental dalam pengembangan karakter berbasis nilai agama, dimana setiap agama mewajibkan kejujuran.

Saat ini Kanwil Kemenag NTT tengah melakukan langkah komprehensif melalui pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Sementara itu Ketua Tim Direktorat Jejaring Pendidikan KPK Siti Maharani menjelaskan kunjungan tersebut merupakan bagian dari mandat undang-undang untuk menyelenggarakan pendidikan antikorupsi di seluruh jenjang pendidikan.

"Kami menyadari keterbatasan jangkauan karena KPK hanya berpusat di Jakarta. Oleh karena itu kami membutuhkan kolaborasi erat dengan Dinas Pendidikan, Kanwil Kemenag, Inspektorat, LLDIKTI, serta seluruh elemen sektor pendidikan, untuk menyentuh setiap satuan pendidikan di Indonesia," ujar Siti Maharani.

Ia juga memaparkan tiga strategi utama Direktorat Jejaring Pendidikan (Jardik), yaitu internalisasi nilai, pembangunan ekosistem, dan pemberdayaan jejaring. Selain itu ia menyoroti pentingnya pendekatan budaya dalam menanamkan nilai integritas di wilayah NTT.

"Penanaman nilai antikorupsi dapat dilakukan melalui kearifan lokal. Karakter khas masyarakat NTT yang kuat dan tegas bukanlah hambatan, melainkan keunggulan yang dapat dioptimalkan dalam penguatan karakter siswa. Tujuan utama kita adalah menciptakan generasi berkualitas yang bermartabat dan bertakwa melalui pendidikan yang jujur serta transparan," ucapnya.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Kupang, jajaran kepala bidang, pembimbing masyarakat, serta Pengawas Sekolah Keagamaan di lingkungan Kanwil Kemenag NTT.

Kegiatan diakhiri dengan kesepakatan komitmen bersama untuk mewujudkan pendidikan yang berintegritas di seluruh wilayah NTT.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026