Logo Header Antaranews Kupang

DJPb: DIPA 2026 NTT memperkuat vokasi dan modernisasi pertanian

Minggu, 19 April 2026 17:52 WIB
Image Print
Kepala Kanwil DJPb NTT Adi Setiawan. (ANTARA/Yoseph Boli Bataona)

Kupang, NTT (ANTARA) - Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) menyebut alokasi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2026 untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) difokuskan untuk memperkuat pendidikan vokasi dan mendorong modernisasi sektor pertanian sebagai penopang utama ekonomi daerah.

Kepala Kantor Wilayah DJPb NTT Adi Setiawan di Kupang, Minggu, mengatakan anggaran tersebut difokuskan pada akselerasi transformasi sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan vokasi serta modernisasi infrastruktur pertanian.

Ia menjelaskan, anggaran tersebut disalurkan ke sejumlah satuan kerja strategis, di antaranya Sekolah Pertanian Pembangunan Negeri Kupang, Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian NTT, serta Dinas Peternakan Provinsi NTT.

Berdasarkan data DIPA 2026, Sekolah Pertanian Pembangunan Negeri Kupang mengelola anggaran sebesar Rp5,33 miliar yang difokuskan untuk penguatan pendidikan vokasi pertanian.

Sementara itu, modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) didukung anggaran sebesar Rp1,27 miliar melalui Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian.

Pada aspek ketahanan pangan, pemerintah juga mengalokasikan Rp314,58 juta untuk pengelolaan sistem penyediaan alat mesin pertanian guna mendukung ketersediaan, akses, dan konsumsi pangan berkualitas.

Selain itu, pemerintah menganggarkan Rp3,52 miliar untuk fasilitasi pupuk dan pestisida guna menjaga stabilitas produksi pertanian, serta Rp9,55 miliar untuk dukungan manajemen teknis pada Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

Di sektor peternakan, alokasi sebesar Rp44,81 juta disiapkan untuk mendukung penyediaan benih/bibit dan peningkatan produksi ternak.

Adi juga menambahkan, pada tahun anggaran 2026 total pagu mengalami penyesuaian menjadi Rp38,01 miliar dari sebelumnya Rp248,07 miliar pada 2025.

“Hingga Maret 2026, realisasi anggaran tercatat sebesar Rp7,21 miliar atau 18,98 persen dari total pagu,” ujarnya.

Adapun rinciannya, Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang merealisasikan Rp2,46 miliar atau 23,79 persen, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian NTT sebesar Rp2,20 miliar atau 21,37 persen, serta Sekolah Pertanian Pembangunan Negeri Kupang sebesar Rp2,55 miliar atau 19,39 persen.

Ia berharap, melalui alokasi yang terukur tersebut, transformasi digital dan modernisasi pertanian di NTT dapat berjalan optimal serta mendorong penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026