Logo Header Antaranews Kupang

Menkop dorong kopdit Swasti Sari dan TLM bersinergi dengan KMP

Minggu, 26 April 2026 18:05 WIB
Image Print
Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat memberikan kata sambutan dalam acara RAT Kopdit Swastisari di Kupang, Minggu. ANTARA/Kornelis Kaha

Kupang (ANTARA) - Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong Koperasi Kredit (Kopdit) Swasti Sari dan Kopdit Tanaoba Lais Manekat (TLM) bersinergi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP) guna memperkuat lembaga keuangan mikro.

"Saya harapkan Kopdit Swasti Sari dan Kopdit TLM agar bersinergi dengan Kopdes Merah Putih guna memperkuat lembaga keuangan mikro yang akan digunakan juga oleh Kopdes Merah Putih," katanya di Kupang, Minggu.

Hal ini disampaikan saat membuka Rapat Anggaran Tahunan (RAT) Koperasi Kredit Swasti Sari di salah satu hotel di Kota Kupang.

Kedatangan Menkop ke Kupang merupakan rangkaian kunjungan kerjanya sejak Sabtu (25/4) kemarin dengan meninjau Kopdes Merah Putih di Kota Kupang, serta menghadiri RAT Kopdit TLM.

Dalam kegiatan RAT, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, khususnya Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, serta seluruh jajaran pengurus, pengawas, dan anggota Kopdit Swasti Sari atas capaian kinerja yang dinilai sangat progresif.

Kopdit Swasti Sari saat ini tercatat memiliki sekitar 217 ribu anggota, dengan total aset yang mendekati Rp1,2 triliun pada tahun buku 2025.

Capaian tersebut, menurut Ferry, menjadi bukti nyata bahwa koperasi kredit di NTT mampu tumbuh pesat dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian masyarakat.

Ia menegaskan bahwa RAT tidak boleh hanya menjadi agenda formal tahunan, melainkan harus menghasilkan keputusan strategis yang mampu meningkatkan aktivitas usaha koperasi serta memperluas dampak ekonomi bagi anggota.

Lebih lanjut, Ferry mendorong Kopdit Swasti Sari dan koperasi besar lainnya untuk mengambil peran dalam memperkuat lembaga keuangan mikro di tingkat desa dan kelurahan.

Menurut dia, penguatan sektor ini penting untuk memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat serta memperkokoh struktur ekonomi berbasis kerakyatan.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa koperasi tidak boleh semata-mata berorientasi pada keuntungan finansial.

Dalam beberapa dekade terakhir, terjadi pergeseran nilai akibat pengaruh sistem ekonomi global, termasuk sejak keterlibatan Indonesia dengan International Monetary Fund.

“Koperasi memiliki peran strategis sebagai instrumen untuk mengembalikan arah pembangunan ekonomi nasional sesuai dengan amanat konstitusi, yakni ekonomi yang berkeadilan, inklusif, dan berlandaskan semangat kebersamaan,” tambah dia.

Ia berharap momentum RAT dapat memperkuat komitmen seluruh insan koperasi dalam membangun ekonomi masyarakat yang tidak hanya tumbuh secara angka, tetapi juga berakar pada nilai solidaritas dan gotong royong.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026