Logo Header Antaranews Kupang

12.514 wisatawan kunjungi Lembata pada triwulan I 2026

Rabu, 29 April 2026 20:59 WIB
Image Print
Ilustrasi - Destinasi wisata Desa Nelayan Lamalera di Kabupaten Lembata, NTT. (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)

Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata, Nusa Tenggara Timur mencatat sebanyak 12.514 wisatawan berkunjung ke wilayah itu pada triwulan I (Januari–Maret) 2026.

“Dari jumlah tersebut, wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 94 orang dan wisatawan nusantara (wisnus) sebanyak 12.420 orang, sehingga totalnya 12.514 orang,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Lembata Yakobus Andreas Wuwur dihubungi dari Kupang, Rabu.

Ia menyebutkan selama triwulan tersebut terdapat tiga destinasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan, yakni Bukit Cinta Lembata sebanyak 932 wisatawan, Pantai Wewan Belan 264 orang, dan Pantai Woi Pedan 353 orang.

“Data ini direkam dari laporan pengelola destinasi. Di tempat lain kemungkinan jumlah wisatawan juga banyak, namun belum tertib dalam pelaporan data untuk dipublikasikan,” ujarnya.

Pihaknya juga mencatat total kunjungan wisatawan ke Lembata pada 2023 tercatat 15.293 orang (14.947 wisnus dan 346 wisman), pada 2024 sebanyak 37.899 orang (36.831 wisnus dan 1.068 wisman), serta pada 2025 mencapai 42.470 orang (42.265 wisnus dan 205 wisman).

Yakobus menekankan bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Lembata perlu terus didorong secara mandiri untuk meningkatkan daya tarik destinasi.

Menurut dia, peningkatan daya tarik pariwisata sangat bergantung pada aspek hospitalitas yang dirasakan wisatawan, baik lokal, nusantara, maupun mancanegara.

“Karena itu, seluruh elemen di Lembata, terutama pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, termasuk industri, pengelola destinasi, asosiasi seperti ASITA, PHRI, HPI, serta komunitas, harus menjaga agar setiap wisatawan yang datang merasa nyaman,” katanya.

Ia mengatakan wisatawan diharapkan betah menikmati kehidupan sehari-hari masyarakat, dengan aktivitas berbasis mata pencaharian seperti bertani dan melaut sebagai daya tarik desa wisata.

“Wisatawan juga tertarik merasakan langsung kegiatan seperti memberi makan ternak, menenun, hingga menangkap ikan, sehingga hospitalitas menjadi kunci pelayanan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebut Festival Lamaholot 2026 akan menjadi momentum utama untuk mempromosikan pariwisata daerah sekaligus memperkenalkan Lembata secara lebih luas.

Promosi, kata dia, tidak berhenti setelah festival yang dijadwalkan pada 1-4 Juli 2026, tetapi terus berlanjut melalui berbagai konten seperti cerita, foto, dan video tentang Lembata.

Selain itu, masyarakat juga diajak mengundang keluarga dan diaspora untuk pulang kampung, terutama karena bertepatan dengan masa liburan.

“Wisatawan mancanegara sudah membeli paket, dengan jumlah sementara 12 orang. Tamu dari Jakarta dan daerah lain juga masih dalam tahap konfirmasi kehadiran. Dukungan juga diharapkan dari komunitas Lamaholot di Kupang dan daerah lain,” katanya.

Adapun Festival Lamaholot masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 dan menjadi kali ketiga penyelenggaraannya sejak 2024.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026