
Undana Kupang menyiapkan tiga pilar utama pendukung Siber Sehat NTT

Kupang (ANTARA) - Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur sedang menyiapkan tiga pilar utama pendukung program Pemerintah Provinsi NTT terkait dengan Siber Sehat NTT untuk menjaga mental anak-anak dari dampak negatif perkembangan dunia digital.
“Melalui tim dosen kami di layanan psikologi terpadu Undana, kami akan menyusun dan menyumbangkan tiga pilar utama untuk mendorong program pemerintah ini,” kata Rektor Undana Kupang Jefri S Bale di Kupang, Sabtu.
Dia mengatakan hal itu saat peluncuran Siber Sehat NTT dalam kegiatan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day di Kupang.
Ia menyebutkan tiga pilar utama itu, yakni menyiapkan alat ukur deteksi adiksi digital sebagai instrumen untuk memetakan tingkat keparahan paparan adiksi di tengah masyarakat, menyediakan raw materials promotif, yakni materi edukasi kampanye yang disusun berbasis kajian psikologis agar membumi dan mudah dipahami.
Selain itu, menyusun standar operasional prosedur layanan psikologis sebagai jalur penanganan profesional bagi mereka yang sudah berada di tahap kecanduan berat dan membutuhkan intervensi lebih lanjut.
Ia menjelaskan teori instrumen di atas kertas tidak ada gunanya jika tidak menyentuh akar rumput, sehingga dalam peluncuran itu dia bersama wakil rektor serta 60 mahasiswa relawan yang tergabung dalam program studi psikologi Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Kehumasan Undana hadir untuk ikut menyosialisasikan kepada masyarakat.
Sejumlah mahasiswa itu, ujar dia, telah turun ke ruang-ruang publik untuk membagikan edukasi secara langsung kepada masyarakat luas.
“Pesan yang mereka bawa dalam flyer kampanye hari ini sangat sederhana namun mendalam," katanya.
Ia menjelaskan mereka akan mengajak masyarakat untuk mulai menetapkan zona bebas gadget di rumah, mulai dari meja makan atau kamar tidur. Mereka akan mengingatkan pentingnya untuk tidak membuka gawai pada 30 menit pertama setelah bangun pagi.
Selain itu, mengedukasi masyarakat agar berani mengganti kebiasaan menatap layar tak berujung dengan olahraga, berkebun, atau sekadar mengobrol tatap muka dengan keluarga.
Ia menjelaskan Undana telah melakukan riset terkait dengan dampak digitalisasi dalam hal ini penggunaan gawai berlebihan kepada anak-anak, khususnya di NTT.
Namun, dia mengaku belum bisa merilis karena masih dalam proses riset lebih lanjut untuk mengetahui final dari riset itu.
Ia mengatakan peluncuran Siber Sehat NTT berkaca dari minim interaksi sosial antar-sesama, khususnya di dalam keluarga.
“Interaksi sosial semakin berkurang. Kita lebih banyak berkomunikasi dengan handphone atau gawai kita tidak dengan orang di sekitar kita,” ujar dia.
Selain itu, dampak penggunaan gawai, seperti judi daring, pornografi, dan pinjaman daring yang merusak generasi muda saat ini.
Oleh karena itu, dia berharap, program tersebut bisa membantu orang tua dan khususnya anak-anak untuk mengurangi menggunakan gawai.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
