Logo Header Antaranews Kupang

DJPb NTT salurkan Rp3,99 miliar untuk perkuat literasi dan budaya

Minggu, 17 Mei 2026 09:29 WIB
Image Print
Kepala Kantor Wilayah DJPb NTT Adi Setiawan. (ANTARA/Yoseph Boli Bataona)

Kupang, NTT (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Nusa Tenggara Timur menyalurkan Rp3,99 miliar untuk memperkuat literasi serta pelestarian budaya melalui dukungan perpustakaan, museum, dan taman budaya di provinsi berbasis kepulauan itu.

Kepala Kantor Wilayah DJPb NTT Adi Setiawan di Kupang, Sabtu mengatakan, realisasi Rp3,99 miliar untuk literasi dan budaya, terdiri dari Rp2,24 miliar BPP Perpustakaan, Rp1 miliar BOP Museum, dan Rp750 juta BOP Taman Budaya.

Ia mengatakan, penyaluran dana tersebut sejalan dengan upaya meningkatkan literasi masyarakat di Provinsi NTT melalui DAK nonfisik Dana Bantuan Pengembangan Program (BPP) Perpustakaan Daerah.

Penyaluran dilakukan secara selektif kepada pemerintah daerah yang memiliki kelembagaan resmi bidang perpustakaan serta perpustakaan terakreditasi aktif atau yang masa akreditasinya kedaluwarsa kurang dari satu tahun.

Adi menyampaikan pada 2026 sebanyak sepuluh pemerintah daerah memperoleh alokasi, yakni Alor, Belu, Flores Timur, Lembata, Manggarai, Nagekeo, Rote Ndao, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Kota Kupang.

Total alokasi dana mencapai Rp4,49 miliar dengan rata-rata Rp448,69 juta per daerah, dengan Kabupaten Lembata menerima alokasi tertinggi sebesar Rp600 juta.

“Hingga Mei 2026, penyaluran tahap I (50 persen) sebesar Rp2,24 miliar telah tersalurkan. Dana ini dikelola untuk pembinaan perpustakaan, gerakan pembudayaan membaca, pengembangan konten literasi berbasis kearifan lokal, pekan literasi daerah, hingga penyelamatan naskah kuno Nusantara sebagai aset sejarah daerah,” kata Adi.

Menurut Adi, literasi dan akses kepada materi bacaan yang bermutu ibaratnya hulu dari ilmu pengetahuan, sementara museum dan taman budaya adalah hilir dari pelestarian identitas daerah.

“Oleh karena itu, sinergi pendanaan antara BPP Perpustakaan serta Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Museum dan Taman Budaya perlu diakselerasi agar modernitas dan tradisi berjalan beriringan," tambahnya.

Ia mengatakan, DAK nonfisik BOP Museum dialokasikan sebesar Rp2 miliar kepada Kabupaten Alor, Sumba Timur, dan Provinsi NTT. Hingga Mei 2026, realisasi mencapai Rp1 miliar atau 50 persen untuk pengelolaan koleksi dan pengembangan museum, program publik, serta pemeliharaan sarana dan prasarana.

Sementara itu, DAK Nonfisik Taman Budaya, diberikan khusus kepada Provinsi NTT sebesar Rp1,5 miliar, dengan realisasi tahap pertama mencapai Rp750 juta (50 persen).

Dana tersebut difokuskan untuk menjadikan Taman Budaya Gerson Poyk sebagai ruang publik yang inklusif melalui pemeliharaan sarana dan prasarana serta dukungan daya dan jasa guna memastikan aktivitas seni budaya tetap hidup.

“Dengan penyaluran BPP Perpustakaan serta BOP Museum dan Taman Budaya tahap I 2026 yang telah rampung sepenuhnya, kami optimistis pada upaya pemerintah terus mendukung penguatan literasi dan upaya menjaga warisan tradisi dan budaya yang berdampak positif bagi bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Bumi Flobamora,” ujar Adi.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026