Logo Header Antaranews Kupang

Karantina hewan NTT memastikan hewan yang dikirim bebas penyakit menular

Senin, 18 Mei 2026 15:31 WIB
Image Print
Ketua Tim Kerja Karantina Hewan Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Nusa Tenggara Timur drh. Adi Komara saat diwawancarai di Kupang, Senin (18/5/2026). ANTARA/Kornelis Kaha.

Kupang (ANTARA) - Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Nusa Tenggara Timur (NTT) memastikan hewan kurban (sapi) yang dikirim dari Kupang ke sejumlah daerah penerima di provinsi lain bebas dari penyakit menular.

“Selaku karantina, kami menerima sapi-sapi yang masuk, jika pemilik sapi memiliki sertifikat veteriner yang dikeluarkan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTT,” kata Ketua Tim Kerja Karantina Hewan Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Nusa Tenggara Timur drh. Adi Komara di Kupang, Senin.

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan upaya dari Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan NTT memastikan hewan kurban yang dikirim bebas dari berbagai penyakit menular.

Dia mengatakan sebelum sapi-sapi yang merupakan hewan kurban itu dititipkan di Balai Karantina Kupang, pihaknya memastikan agar sebelum masuk sapi-sapi itu bebas dari penyakit.

Sesudah tiba di kandang Balai Karantina, sebelum dinaikkan ke kapal dan dikirim ke daerah tujuan, Balai Karantina Kupang juga kembali memastikan bahwa sapi-sapi itu masih dalam kondisi sehat.

“Tentunya setelah tiba di kandang Balai Karantina, sapi-sapi itu kami uji lagi untuk kemudian mendapatkan sertifikat dari Karantina,” tambah dia.

Hal yang dihindari sebelum sapi-sapi itu ujar dia adalah pengambilan sampel darah, untuk memastikan sapi-sapi itu bebas dari penyakit colibacillosis.

Pasalnya daerah tujuan seperti Kalimantan juga, menekan syarat agar sapi-sapi yang dikirim itu bebas dari colibacillosis.

Pemeriksaan kesehatan sapi itu juga sekaligus memastikan bahwa hingga saat ini, wilayah NTT masih bebas dari berbagai penyakit menular hewan sapi.

Lebih lanjut kata dia, hingga saat ini total sapi yang dikirim keluar NTT sudah mencapai 11 ribu ekor ternak sapi. Baik itu ke pulau Jawa seperti Jakarta, Jawa Timur.

“Kalimantan adalah wilayah dengan jumlah permintaan terbanyak sejauh ini,” ujar dia.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026