Logo Header Antaranews Kupang

Pemkot Kupang: Kompetisi robotik masuk agenda tahunan

Rabu, 20 Mei 2026 16:03 WIB
Image Print
Wakil Wali Kota Kupang Serena C Francis (kiri) didampingi Direktur PT Filosi Exider Inovasi Erwin Alexander (kanan) saat meninjau salah satu peserta kompetisi robot yang membuat drone yang berguna untuk penyemaian bibit pohon di hutan. Rabu (20/5/2026).ANTARA/Kornelis Kaha

Kupang (ANTARA) - Pemerintah Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan kompetisi robotik yang digelar oleh PT Filosi Exider Inovasi akan masuk dalam agenda tahunan guna mendorong anak-anak di kota itu untuk terus kreatif menghadapi dunia yang semakin maju.

“Kami rasa kompetisi ini bisa menjadi kompetisi tahunan. Kompetisi hari ini adalah yang pertama di NTT, namun kami mengapresiasi karena ini merupakan momentum yang menunjukkan kreatifitas anak-anak kita,” kata Wakil Wali Kota Kupang Serena C Francis di Kota Kupang, Rabu.

Hal ini disampaikan usai menghadiri acara kompetisi robotik yang pesertanya terdiri dari anak-anak SD, SMP, SMA, universitas serta umum.

Serena mengaku selama ini ia dan Wali Kota Kupang Christian Widodo selalu diundang untuk membuka berbagai kegiatan, yang berkaitan dengan budaya dan juga ekonomi, namun baru kali ini dia membuka kegiatan yang menurutnya sangat bagus itu.

Serena menilai anak-anak jaman sekarang selain diajarkan untuk mencintai budaya dan seni, namun di sisi lain diharapkan juga melek akan teknologi.

Wakil Wali Kota termuda se-Indonesia itu mengaku dirinya sempat berkeliling melihat beberapa hasil karya anak-anak yang dipamerkan dalam kompetisi tersebut.

“Tadi saya sudah lihat ada beberapa karya, khususnya anak-anak Unhan mereka membuat produk pertanian, bagus sekali apalagi memberdayakan petani-petani lokal,” ujar dia.

Selain itu, ada juga pelajar dari So’e Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang membuat tongkat elektrik untuk tuna netra.

Pemkot Kupang, ujar dia, akan memfasilitasi dan membantu memasarkan hasil karya anak-anak tersebut, selain membeli hasil karya yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Direktur PT Filosi Exider Inovasi Erwin Alexander ditemui di lokasi yang sama mengatakan kegiatan kompetisi terbesar pertama di NTT itu dilakukan dengan tujuan membangkitkan minat teknologi dari anak-anak di NTT sejak dini.

“Tim yang ikut dalam kompetisi ini ada sekitar 40an tim, baik dari SD, SMP., SMA, perguruan tinggi hingga umum,” ujar dia.

Dia menambahkan kedepannya dengan banyaknya animo masyarakat yang mengikuti kompetisi tersebut, untuk tahun depan dia berharap lebih besar dan jumlahnya lebih banyak lagi, tidak hanya dari NTT saja tetapi juga dari daerah lain di luar NTT.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026