Logo Header Antaranews Kupang

Mahasiswa Labuan Bajo jadi agen perubahan pengelolaan sampah

Jumat, 22 Mei 2026 18:26 WIB
Image Print
Sejumlah mahasiswa berpose sama saat pembukaan Youth Workshop Campaign bertajuk “From Waste to Action di Labuan Bajo. ANTARA/Ho-Politeknik eLBajo Commodus

Kupang (ANTARA) - Sebanyak 200 mahasiswa dan komunitas muda Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mengikuti Youth Workshop Campaign bertajuk “From Waste to Action” guna memperkuat keterlibatan generasi muda dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.

Direktur Politeknik eLBajo Commodus Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa di Labuan Bajo, Jumat mengatakan kampusnya memiliki komitmen terhadap pelestarian lingkungan, termasuk penanganan sampah secara rutin di lingkungan kampus.

“Kampus punya target meningkatkan kualitas anak-anak Labuan Bajo tidak saja maju di bidang akademik dan teknologi terapan, tapi juga peduli terhadap pelestarian lingkungan,” katanya.

Dia mengatakan kegiatan itu menjadi ruang kolaborasi dan pembelajaran bagi anak muda untuk merancang aksi nyata pengurangan sampah berbasis masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manggarai Barat Vinsensius Gande mengungkapkan timbunan sampah di daerah tersebut mencapai 157,31 ton per hari dengan produksi sampah individu sekitar 0,5 kilogram per hari.

Ia menyebutkan sekitar 84,21 ton sampah telah terkelola, sedangkan sekitar 62,27 ton masih dibuang ke lingkungan.

Sementara itu, Direktur PT INGRAM Fey Febri mengatakan pengelolaan sampah yang baik menjadi kunci utama untuk menjaga kelestarian dan daya tarik destinasi wisata. Oleh karena itu, sampah harus dikelola bersama.

Ia mengatakan pengelolaan sampah saat ini menjadi momentum penting untuk terus meningkatkan kepedulian masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah.

Menurut dia, Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat guna menjaga keindahan pariwisata dan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

“Jadi sampah yang kita hasilkan haruslah menjadi tanggung jawab kita, karena perubahan positif ini dimulai dari diri kita sendiri,” ujarnya.

Workshop tersebut menghadirkan seminar, diskusi interaktif, studi kasus, hingga sesi design thinking untuk mendorong peserta menciptakan kampanye kreatif terkait pengurangan sampah dan pengelolaan lingkungan.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026