Logo Header Antaranews Kupang

Undana dan Pemda Sikka kolaborasi atasi kekurangan dokter

Senin, 25 Mei 2026 12:22 WIB
Image Print
Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Undana Yefri C. Adoe (kanan) saat bertemu dengan perwakilan dari Pemda Sikka di Undana, Senin (25/5/2026). ANTARA/HO-Undana

Kupang (ANTARA) - Universitas Nusa Cendana (Undana) bersama Pemerintah Kabupaten Sikka menjajaki kerja sama pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan, khususnya pendidikan dokter spesialis guna mengatasi keterbatasan tenaga medis ahli di daerah itu.

Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Undana, Yefri C. Adoe,di Kupang, Senin, mengatakan Undana telah menyiapkan berbagai instrumen akademik untuk mendukung program pendidikan dokter spesialis, termasuk penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS).

“Kami telah menyampaikan kepada Pemda Sikka bahwa Undana siap menyerahkan RPS program dokter spesialis sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia di sektor kesehatan,” katanya.

Ia menjelaskan program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pemerataan pelayanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan tenaga spesialis di daerah.

Meski demikian, lanjut dia, proses seleksi calon peserta tetap dilakukan secara ketat sesuai regulasi nasional dan pengawasan asosiasi dokter spesialis, karena kuota pendidikan dokter spesialis masih terbatas.

Selain kerja sama pendidikan, kedua pihak juga membahas rencana riset kolaboratif untuk mendukung penyusunan kebijakan publik berbasis data di Kabupaten Sikka.

Melalui kerja sama tersebut, akademisi Undana diharapkan dapat membantu memetakan potensi dan tantangan pembangunan daerah secara ilmiah, sehingga kebijakan pemerintah lebih tepat sasaran.

Undana menilai kolaborasi itu penting di tengah tingginya angka rujukan pasien ke luar daerah akibat keterbatasan dokter spesialis di Kabupaten Sikka.

Dengan pengembangan tenaga medis dari putra daerah melalui sistem pendidikan tinggi di NTT, pelayanan kesehatan diharapkan dapat lebih mandiri dan berkelanjutan.

Kerja sama tersebut sebagai bentuk penguatan peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan pembangunan, khususnya di sektor kesehatan.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026