Logo Header Antaranews Kupang

Polda NTT menggandeng tujuh akademisi Undana uji Kompetensi Bakomsus Polri

Kamis, 28 Mei 2026 20:30 WIB
Image Print
Sejumlah akademisi Undana dan pengawas dari Polda NTT melakukan pengawasan terhadap sejumlah casis yang mengikuti tes di Kupang. ANTARA/Ho-Undana

Kupang (ANTARA) - Polda Nusa Tenggara Timur menggandeng tujuh akademisi Universitas Nusa Cendana (Undana) sebagai tim penguji eksternal dalam Tes Kemampuan Khusus Penerimaan Calon Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) Polri Tahun Anggaran 2026.

Perwira Administrasi Biro SDM Polda NTT Iptu Valentinus Gual dalam keterangan yang diterima di Kupang, Kamis mengatakan keterlibatan para akademisi lintas disiplin tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama Pusat Studi Kepolisian antara Polda NTT dan Undana yang telah disepakati pada Maret 2026 guna memperkuat objektivitas dan profesionalisme proses rekrutmen anggota Polri.

“Kami ingin menjaring calon yang benar-benar kredibel dan memiliki kemampuan luar biasa sesuai standar kepolisian melalui bantuan para ahli dari Undana,” katanya.

Dia mengatakan penguji eksternal memiliki peran penting dalam memastikan proses seleksi berjalan transparan dan menghasilkan calon personel yang kompeten sesuai kebutuhan institusi kepolisian.

Tujuh akademisi yang terlibat berasal dari berbagai bidang keahlian, yakni hukum, gizi, perikanan dan kelautan, teknik sipil, peternakan, akuntansi, serta hubungan masyarakat.

Tujuh akademisi itu antara lain, Dr. Simplexius Asa untuk bidang penyidik, Prof. Intje Picauly, untuk bidang gizi, Prof. Chaterina A. Paulus bidang perikanan dan kelautan, Prof. Denik S. Krisnayanti, bidang teknik sipil, Imanuel Benu, bidang peternakan, Yohana Febiani Angi, bidang akuntansi, serta Ollien Manggol, bidang humas.

Sebanyak 28 peserta mengikuti tes kemampuan khusus tersebut yang terbagi dalam sejumlah formasi, dengan jumlah terbanyak berasal dari bidang hubungan masyarakat sebanyak 10 peserta dan penyidik enam peserta.

Sementara itu, bidang lain seperti peternakan, teknik sipil, akuntansi, gizi, dan perikanan masing-masing diikuti satu hingga tiga peserta.

Prof. Intje Picauly sebagai penguji eksternal mengatakan keterlibatan Undana dalam proses seleksi itu merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan.

“Undana benar-benar hadir di semua lini. Kami berpartisipasi dengan bidang kepakaran masing-masing untuk memastikan seleksi ini berjalan sesuai visi keunggulan yang kami usung,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Prof. Chaterina A. Paulus yang menilai materi ujian telah dirancang untuk menggali kompetensi teknis peserta secara mendalam, termasuk pada aspek keberlanjutan.

Menurut dia, kepercayaan yang diberikan kepada Undana juga menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga proses seleksi yang akuntabel dan profesional.

Keterlibatan akademisi eksternal tersebut sekaligus memperkuat penerapan prinsip BETAH atau Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis dalam proses rekrutmen Polri di wilayah NTT.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026