Logo Header Antaranews Kupang

BMKG imbau waspadai angin kencang saat musim kemarau di NTT

Minggu, 31 Mei 2026 14:10 WIB
Image Print
Laporan BMKG terkait cuaca di NTT. ANTARA/HO-BMKG

Kupang, NTT (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) mewaspadai potensi angin kencang selama musim kemarau, terutama di wilayah Kabupaten Sabu Raijua.

Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang Riris Eliza Helen di Kupang, Minggu, mengatakan bahwa angin kencang yang bersifat kering berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah NTT.

"Waspadai angin kencang yang sifatnya kering yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di wilayah NTT," katanya.

Ia menjelaskan, saat ini sebagian besar wilayah NTT telah memasuki musim kemarau sehingga pertumbuhan awan mulai menurun dan angin monsun timur mulai aktif.

BMKG juga mencatat tidak terdapat wilayah di NTT yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem pada periode Minggu (31/5) hingga Senin (1/6).

“Secara umum, kondisi cuaca di NTT diperkirakan cerah berawan hingga berawan dengan potensi hujan ringan di sejumlah wilayah,” katanya.

Selain itu, terdapat potensi peningkatan kecepatan angin di wilayah NTT.

BMKG menetapkan Kabupaten Sabu Raijua sebagai wilayah yang perlu mewaspadai potensi angin kencang pada Minggu (31/5) hingga Senin (1/6).

Adapun suhu udara di wilayah NTT diperkirakan berkisar antara 13-33 derajat Celsius dengan kelembapan udara antara 45-90 persen.

Riris juga menyampaikan bahwa peringatan dini cuaca tersebut menunjukkan nilai akumulasi harian tertinggi dalam satu kabupaten/kota.

Untuk memperoleh informasi cuaca yang lebih rinci hingga tingkat kelurahan dan desa, masyarakat dapat mengakses laman cuaca.bmkg.go.id.

Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan informasi BMKG yang tersedia selama 24 jam melalui telepon (0380) 881613, WhatsApp 0811-3940-4264, media sosial @infobmkg dan @infobmkgeltari, serta aplikasi Info BMKG.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026