Logo Header Antaranews Kupang

Pemkot Kupang menggandeng PLN manfaatkan sampah jadi energi alternatif

Rabu, 3 Juni 2026 06:39 WIB
Image Print
Wali Kota Kupang Christian Widodo (kiri) bersama pimpinan PT PLN (Persero) UPW NTT membahas pemanfaatan hasil pengolahan sampah TPST Alak sebagai bahan bakar alternatif bagi PLTU Bolok, di Kupang, Selasa (2/6/2026). (ANTARA/HO-Pemkot Kupang)

Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, menggandeng PT PLN (Persero) untuk pemanfaatan hasil pengolahan sampah dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Alak sebagai bahan bakar alternatif bagi PLTU Bolok Kupang.

Wali Kota Kupang Christian Widodo di Kupang, Selasa, mengatakan kerja sama tersebut diperlukan untuk memenuhi salah satu syarat pembangunan TPST Alak yang mendapat dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum.

“Perencanaan TPST sudah hampir final. Pemerintah pusat siap memberikan bantuan pembangunan, namun salah satu syarat wajib yang harus dipenuhi adalah adanya off-taker yang bersedia menerima hasil akhir pengolahan sampah. Karena itu kami menjajaki kerja sama dengan PLN, khususnya PLTU Bolok, yang berpotensi memanfaatkan produk tersebut sebagai bahan bakar alternatif,” jelasnya.

Menurut dia, hasil pengolahan TPST nantinya berupa bahan bakar padat alternatif yang memiliki karakteristik serupa woodchip atau biomassa yang dapat digunakan sebagai campuran bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap.

Ia berharap melalui kolaborasi tersebut pembangunan TPST Alak dapat segera terealisasi sehingga mampu menjadi solusi pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pemanfaatan energi alternatif yang ramah lingkungan di daerah.

Christian juga meminta seluruh perangkat daerah terkait untuk segera menindaklanjuti hasil pertemuan dan membangun koordinasi intensif dengan PLN agar seluruh dokumen dan persyaratan dapat diselesaikan tepat waktu.

Sementara itu, Asisten Manajer Operasi dan Pemeliharaan Pembangkit PT PLN (Persero) Unit Pembangkitan Wilayah (UPW) NTT Pandu Setyo Wibowo mengatakan peluang kerja sama tersebut sangat terbuka karena kebutuhan biomassa untuk mendukung target bauran energi alternatif di PLTU Bolok yang masih cukup besar.

“Pada prinsipnya, apabila spesifikasi teknis yang dibutuhkan dapat dipenuhi maka hasil pengolahan TPST berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif di pembangkit,” katanya.

Ia menjelaskan sejumlah persyaratan teknis yang harus dipenuhi, antara lain ukuran material, kadar air (moisture), dan nilai kalor yang sesuai dengan standar operasional boiler pembangkit.

Menurut dia, semakin rendah kadar air dan semakin tinggi nilai kalor maka kualitas bahan bakar yang dihasilkan akan semakin baik.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas mekanisme penyusunan dokumen kerja sama serta langkah-langkah teknis yang perlu dilakukan untuk memastikan kesesuaian spesifikasi produk hasil pengolahan sampah dengan kebutuhan PLTU.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026