
Pemkot Kupang mempercepat operasional lima bus bantuan Kemenhub

Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, mempercepat pengoperasian lima unit bus bantuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan menyiapkan solusi atas kendala regulasi dan administrasi agar armada tersebut segera melayani masyarakat.
Wali Kota Kupang Christian Widodo di Kupang, NTT, Sabtu, menegaskan berbagai hambatan yang ada, tidak boleh menjadi alasan untuk menunda pelayanan transportasi publik kepada masyarakat.
"Kita harus mencari jalan keluarnya. Cari tahu di mana letak persoalannya dan bagaimana solusinya. Jangan berhenti pada alasan kewenangan atau regulasi. Yang terpenting adalah bagaimana pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan," katanya
Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II NTT Robert Tail dan jajarannya.
Dalam pertemuan tersebut, Robert mendorong Pemkot Kupang untuk segera mengoperasikan lima unit bus bantuan Kementerian Perhubungan.
Menurut dia, pengoperasian armada tersebut dapat membuka peluang tambahan armada melalui program buy the service (BTS).
"Kalau lima unit ini sudah berjalan dan progresnya terlaporkan dengan baik, saya yakin Kota Kupang berpeluang mendapatkan tambahan armada baru dari Kemenhub melalui skema BTS yang memang diperuntukkan bagi pelayanan transportasi publik dalam kota," jelas Robert.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang Bernadinus Mere menjelaskan pemanfaatan armada masih terkendala sejumlah aspek regulasi, termasuk status kendaraan yang masih menggunakan pelat merah dan belum dialihkan menjadi pelat kuning.
Sebagai langkah percepatan, Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Pelt mengatakan pemerintah kota akan menjajaki skema kerja sama operasional (KSO) dengan pihak ketiga guna memenuhi aspek administratif yang diperlukan, termasuk proses alih status kendaraan, sehingga armada dapat beroperasi secara legal dan profesional.
Selain membahas pengoperasian armada bus, Robert juga menyampaikan sejumlah dukungan infrastruktur yang sedang dilakukan BPTD di kawasan Terminal Bimoku.
Dukungan tersebut meliputi pembangunan drainase untuk mengatasi genangan air serta penambahan lampu penerangan jalan umum (LPJU) guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Ia menambahkan BPTD telah memasang 12 titik LPJU di kawasan Terminal Bimoku dan akan menambah titik penerangan hingga kawasan Patung Burung yang selama ini masih minim pencahayaan pada malam hari.
Ia juga menyampaikan rencana peresmian tiga infrastruktur transportasi strategis di NTT pada 18 Juni 2026, yakni Terminal Barang Internasional Motaain di Kabupaten Belu; Terminal Bimoku di Kota Kupang; serta Kantor Operasional BPTD Kelas II NTT.
Peresmian tersebut dijadwalkan akan dihadiri Menteri Perhubungan di lokasi utama Motaain.
BPTD juga meminta kesediaan Wali Kota Kupang untuk hadir mewakili prosesi peresmian di Kota Kupang sekaligus meresmikan gedung kantor baru BPTD Kelas II NTT.
Menanggapi hal itu, Christian menyatakan dukungan penuh terhadap agenda tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan publik dan konektivitas transportasi di Kota Kupang.
"Sinergi seperti ini yang kita butuhkan. Ketika pemerintah pusat dan daerah berjalan bersama, maka pembenahan transportasi publik akan lebih cepat terwujud dan manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat Kota Kupang," ujarnya.
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
