
Balai Bahasa NTT perkuat kompetensi pengajar BIPA

Kupang, NTT (ANTARA) - Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (BBP NTT) memperkuat kompetensi pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) di Kota Kupang guna mendukung penyebarluasan dan penginternasionalan Bahasa Indonesia.
“Dari tahun ke tahun Badan Bahasa berkomitmen untuk membersamai dan memfasilitasi pelaksanaan pengajaran Bahasa Indonesia bagi orang asing. Mulai tahun 2023, kita juga sudah menetapkan satu indeks yang disebut Indeks Penginternasionalan Bahasa Indonesia,” kata Kepala BBP NTT Ralph Hery Budhiono di Kupang, Selasa.
Ia mengatakan dinamika pelaksanaan program BIPA di setiap daerah berbeda-beda. Menurutnya, ada wilayah yang menunjukkan perkembangan cukup tinggi, ada yang sedang, dan ada pula yang relatif belum menunjukkan banyak pergerakan.
“Hal ini tentu dipengaruhi oleh banyak hal, baik dari karakteristik kota itu sendiri maupun ketertarikan ekspatriat atau warga negara asing untuk tinggal dan beraktivitas di suatu daerah, dan banyak faktor yang lain,” ujarnya.
Ia juga mendorong peserta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk belajar dan membangun jejaring guna mendukung pengembangan program BIPA di wilayah NTT.
“Saya yakin kegiatan seperti ini, kegiatan-kegiatan bapak dan ibu di lapangan yang terkait dengan BIPA, tentu akan berkontribusi terhadap Indeks Penginternasionalan Bahasa Indonesia yang selama dua tahun ini kita bangun,” ujarnya.
Sementara itu, Fasilitator Program BIPA BBP NTT Farizza Amalia mengatakan bimtek tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Pengajar BIPA dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Bidang Pengajaran BIPA.
Selain pendalaman materi, peserta juga melakukan praktik penyusunan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Program BIPA, hingga mempresentasikan hasil penyusunan silabus, RPP, dan materi ajar.
“Untuk komposisi peserta, terdiri atas dosen, guru, dan mahasiswa. Hal ini sudah sesuai dengan petunjuk teknis dari Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra Badan Bahasa,” ujarnya.
Adapun kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, pada 9-11 Juni 2026 di Kota Kupang.

Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
