Logo Header Antaranews Kupang

Simposium AJIVE menjadi wadah jawab tantangan kesehatan hewan di NTT

Rabu, 10 Juni 2026 13:10 WIB
Image Print
Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Prof. Jefri S. Bale saat memberikan keterangan kepad wartawan di Kupang, Rabu (106/2026). ANTARA/Ho-Undana

Kupang (ANTARA) - Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Prof Jefri S. Bale mengatakan Simposium Internasional Association Japan-Indonesia Veterinary Education (AJIVE) ke-10 menjadi wadah strategis memperkuat kolaborasi riset sekaligus menjawab berbagai tantangan kesehatan hewan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Simposium ini diharapkan tidak hanya memperkuat kolaborasi riset jangka panjang yang berdampak pada kesejahteraan manusia dan lingkungan, tetapi juga menjadi wadah strategis dalam menjawab tantangan nyata kesehatan hewan di wilayah NTT," kata Jefri Bale saat pembukaan AJIVE ke-10 di Kupang, Rabu.

Menurut dia, penyelenggaraan simposium yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi veteriner dari Indonesia dan Jepang itu menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama ilmiah melalui pendekatan one health, yakni konsep yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

Ia mengatakan kemitraan yang telah terjalin selama satu dekade antara institusi pendidikan veteriner Indonesia dan Jepang diharapkan mampu menghasilkan berbagai inovasi dan solusi berbasis sains untuk mendukung pengembangan sektor peternakan serta kesehatan hewan di daerah.

"Momentum satu dekade kolaborasi ini sangat penting bagi Undana untuk menyerap berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dari Jepang, terutama dalam bidang kesehatan hewan terapan yang berdampak langsung bagi masyarakat," ujarnya.

Dengan mengusung tema "Strengthening AJIVE Collaboration in Sustaining Animal Health" kegiatan tersebut menjadi forum pertukaran pengetahuan, hasil penelitian, dan pengalaman antara para ilmuwan kedua negara dalam menghadapi berbagai tantangan penyakit hewan menular serta penguatan ketahanan pangan.

Dekan Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Undana Dr Christina Olly Lada mengatakan AJIVE tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga sarana mempererat hubungan antarlembaga pendidikan tinggi melalui pertukaran budaya dan penguatan jejaring kerja sama internasional.

Sebagai salah satu daerah dengan potensi peternakan yang besar, NTT diharapkan dapat memperoleh manfaat dari berbagai rekomendasi dan hasil riset yang dihasilkan dalam simposium tersebut, terutama dalam upaya meningkatkan kesehatan hewan, produktivitas ternak, keamanan pangan asal hewan, serta kesejahteraan peternak.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang Hengky Malelak mengatakan kehadiran para pakar veteriner dari berbagai institusi menjadi peluang bagi NTT untuk memperoleh solusi ilmiah terhadap berbagai persoalan kesehatan ternak yang masih dihadapi masyarakat.

"Ini merupakan kehormatan sekaligus kesempatan bagi daerah untuk belajar dari pengalaman dan penelitian para ahli dalam mendukung pembangunan sektor peternakan yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat NTT," katanya.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026