
Pemkot Kupang mematangkan program "city branding" untuk produk unggulan

Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, mematangkan program city branding sebagai strategi memperkuat promosi produk unggulan daerah, pariwisata, dan ekonomi kreatif guna meningkatkan daya saing kota di tingkat nasional maupun internasional.
“City Branding bukan sekadar logo atau slogan. Yang ingin kita bangun adalah identitas Kota Kupang yang mampu memperkenalkan potensi daerah, budaya, produk unggulan, serta karakter masyarakatnya kepada publik yang lebih luas. Karena itu, seluruh prosesnya harus melalui kajian yang matang agar benar-benar mencerminkan wajah Kota Kupang,” kata Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis dalam rapat pengembangan City Branding Kota Kupang, di Kupang, Rabu.
Ia mendorong agar promosi produk unggulan daerah dilakukan secara lebih agresif dan terintegrasi. Menurutnya, potensi besar yang dimiliki Kota Kupang, khususnya kuliner khas Sei, perlu diperkenalkan lebih luas melalui berbagai kanal publikasi dan promosi berskala regional maupun nasional.
“Produk unggulan daerah harus mendapatkan ruang promosi yang lebih luas. Dengan strategi publikasi yang tepat, kita dapat memperkuat posisi Kota Kupang sebagai destinasi wisata kuliner, budaya, dan ekonomi kreatif yang memiliki daya tarik tersendiri,” tambahnya.
Dalam rapat tersebut, berbagai unsur identitas daerah yang dinilai memiliki nilai ekonomi, budaya, dan sosial dibahas sebagai bagian dari konsep City Branding Kota Kupang. Di antaranya kuliner khas Sei, tenun ikat motif bunga kertas, kekayaan budaya lokal, produk unggulan daerah, hingga karakter masyarakat Kota Kupang yang dikenal terbuka, kreatif, dan penuh semangat.
Salah satu langkah yang mendapat perhatian khusus adalah rencana penyelenggaraan sayembara desain Maskot Kota Kupang yang ditargetkan diluncurkan pada 17 Agustus 2026.
Serena menyambut baik gagasan tersebut karena dinilai mampu membuka ruang partisipasi masyarakat dalam membangun identitas daerah secara bersama-sama.
“Melalui sayembara ini, kita membuka ruang bagi masyarakat untuk berkontribusi melalui ide-ide kreatif yang menggambarkan filosofi, budaya, semangat, dan visi pembangunan Kota Kupang. Maskot yang terpilih nantinya diharapkan menjadi simbol kebanggaan bersama dan dapat dikenal secara luas,” ujarnya.
Selain itu, keberadaan maskot daerah juga dinilai memiliki nilai strategis untuk mendukung promosi pariwisata, ekonomi kreatif, dan berbagai agenda pembangunan daerah.
Maskot tersebut juga dapat diimplementasikan dalam berbagai produk cenderamata, merchandise, kegiatan promosi daerah, hingga mendukung penguatan citra Kota Kupang menjelang penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Tahun 2028.
Selain pengembangan identitas visual, tim kerja City Branding juga memaparkan rencana pembangunan platform digital yang akan menjadi pusat informasi dan promosi berbagai potensi unggulan Kota Kupang bagi masyarakat, investor, maupun wisatawan.
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
