
BI dan Undana buka bantuan riset bagi mahasiswa tugas akhir

Kupang (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan Universitas Nusa Cendana (Undana)Kupang, NTT, membuka Program Bantuan Penelitian Kebanksentralan Tahun 2026 bagi mahasiswa S1, S2, dan S3, untuk mendukung penyelesaian tugas akhir serta pengembangan riset berkualitas.
Sub Koordinator Humas Universitas Nusa Cendana (Undana) Ollien Manggol kepada ANTARA di Kupang, Jumat mengatakan, program bantuan penelitian dari BI tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh dukungan pendanaan dalam menyelesaikan tugas akhir sekaligus menghasilkan riset yang bermanfaat bagi pembangunan daerah dan nasional.
"Program ini terbuka bagi mahasiswa aktif jenjang sarjana, magister, dan doktor yang sedang menyusun tugas akhir dengan topik penelitian yang relevan dengan isu kebanksentralan maupun bidang sosial kemasyarakatan," kata Ollien.
Ollien menjelaskan topik penelitian yang dapat diajukan meliputi kebijakan moneter, kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran, stabilitas sistem keuangan, sektor riil, ekonomi dan keuangan hijau, serta ekonomi dan keuangan syariah.
Selain itu, kata dia, Bank Indonesia juga membuka peluang bagi penelitian dari bidang sosial-humaniora, komunikasi, ilmu pemerintahan, dan hukum.
Menurut Ollien, pada tahun 2026 tersedia kuota sebanyak 75 proposal yang akan diseleksi dari berbagai program studi di lingkungan Undana.
Kuota tersebut didistribusikan ke sejumlah fakultas, antara lain Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Fakultas Sains dan Teknologi.
Ollien mengatakan mahasiswa yang ingin mengikuti program tersebut harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya memiliki IPK minimal 3,25, tidak berstatus sebagai pegawai Bank Indonesia, dan tidak sedang menerima bantuan pendidikan atau penelitian sejenis dari lembaga lain.
Selain itu, peserta wajib memperoleh rekomendasi dari program studi atau fakultas serta mengajukan proposal penelitian sesuai ketentuan yang berlaku.
"Pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan yang telah disediakan dan juga menyerahkan berkas fisik ke Bagian Kemahasiswaan Rektorat Undana," ujarnya.
Setelah lolos seleksi administrasi di tingkat universitas, proposal akan diteruskan ke Bank Indonesia untuk dinilai oleh tim reviewer berdasarkan kualitas dan relevansi penelitian yang diajukan.
Ollien menambahkan program tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa mengatasi kendala pembiayaan penelitian, mempercepat penyelesaian studi, serta mendorong lahirnya riset-riset yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya.
"Melalui program ini diharapkan hasil penelitian mahasiswa Undana tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan penguatan ekonomi daerah," katanya.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
