Logo Header Antaranews Kupang

Kemenag NTT membangun sinergi moderasi beragama dan ekoteologi

Minggu, 14 Juni 2026 06:37 WIB
Image Print
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT Fransiskus Kariyanto (tengah) bersama pengurus FKUB Provinsi NTT dan Kwarda Gerakan Pramuka NTT membahas penguatan moderasi beragama dan ekoteologi di Kupang. ANTARA/HO-Kemenag NTT

Kupang, NTT (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Nusa Tenggara Timur membangun sinergi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka NTT guna memperkuat implementasi moderasi beragama dan ekoteologi di daerah itu.

"Moderasi beragama dan ekoteologi merupakan dua agenda penting yang saling berkaitan. Nilai-nilai agama mengajarkan kita untuk hidup rukun sekaligus menjaga dan merawat ciptaan Tuhan. Karena itu, kolaborasi antara Kementerian Agama, FKUB, dan Kwarda Pramuka menjadi langkah strategis untuk menanamkan nilai-nilai tersebut kepada masyarakat, khususnya generasi muda," kata Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTT Fransiskus Kariyanto di Kupang, Sabtu.

Ia menegaskan pembangunan kerukunan dan kepedulian terhadap lingkungan tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan.

Ia menyampaikan pertemuan tersebut membahas langkah-langkah kolaboratif untuk mengimplementasikan program Moderasi Beragama dan Ekoteologi melalui gerakan bersama yang melibatkan umat lintas agama serta anggota Gerakan Pramuka dari berbagai latar belakang keagamaan.

Ketua FKUB Provinsi NTT Yuliana Saloso menyampaikan FKUB selama ini berkomitmen menghadirkan ruang-ruang perjumpaan yang inklusif bagi seluruh umat beragama.

Menurut dia, dialog dan kebersamaan menjadi modal utama merawat kerukunan di tengah kemajemukan masyarakat NTT.

"FKUB secara konsisten membangun ruang perjumpaan antar-umat beragama agar tercipta saling pengertian dan saling percaya. Moderasi beragama tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi harus dihidupi melalui perjumpaan, kerja sama, dan aksi nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat luas," katanya.

Ia menambahkan implementasi ekoteologi menjadi salah satu bentuk aktualisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, FKUB menginisiasi berbagai program yang memadukan penguatan kerukunan dengan pelestarian lingkungan, salah satunya Gerakan Tanam Sejuta Pohon yang melibatkan tokoh dan umat dari berbagai agama untuk bersama-sama menjaga bumi sebagai rumah bersama.

"Merawat lingkungan adalah panggilan moral sekaligus panggilan iman. Ketika tokoh dan umat dari berbagai agama bergandengan tangan menanam pohon dan merawat alam, pada saat yang sama kita sedang menanam benih-benih perdamaian dan persaudaraan," katanya.

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi NTT Sinun Petrus Manuk menyatakan kesiapan Pramuka NTT menjadi mitra strategis Kementerian Agama dan FKUB dalam memperkuat moderasi beragama dan ekoteologi di kalangan generasi muda.

Menurut dia, nilai kebangsaan, persaudaraan, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan yang menjadi bagian dari pendidikan kepramukaan sejalan dengan semangat moderasi beragama serta pelestarian alam.

"Pramuka adalah rumah bersama bagi anak-anak dan generasi muda dari berbagai latar belakang agama, suku, dan budaya. Melalui kegiatan perkemahan lintas agama, bakti sosial, dan gerakan penanaman pohon, kami ingin menanamkan bahwa perbedaan adalah kekuatan dan menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama," ujarnya.

Kwarda Pramuka NTT siap mengintegrasikan agenda moderasi beragama dan ekoteologi dalam berbagai kegiatan pembinaan kepramukaan sehingga dapat melahirkan generasi muda yang toleran, berkarakter, dan peduli terhadap kelestarian alam.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026