
Komut Pertamina pastikan kesiapan pasokan BBM di Labuan Bajo

Kami ingin memastikan seluruh aspek operasional penyaluran BBM dan avtur berjalan optimal, aman, dan berkelanjutan,
Kupang (ANTARA) - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan memastikan kesiapan fasilitas dan pasokan bahan bakar minyak (BBM) serta avtur untuk mendukung operasional transportasi dan sektor pariwisata di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
"Kami ingin memastikan seluruh aspek operasional penyaluran BBM dan avtur berjalan optimal, aman, dan berkelanjutan," kata Mochamad Iriawan saat melakukan Management Walkthrough (MWT) di Aviation Fuel Terminal (AFT) Labuan Bajo dan Depot Pengisian Pesawat Udara Komodo, Kamis (11/6) pekan lalu.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengawasan Dewan Komisaris Pertamina terhadap keandalan infrastruktur energi yang menopang aktivitas penerbangan dan sektor pariwisata di Labuan Bajo.
Dalam kesempatan itu, Iriawan meninjau langsung fasilitas penyimpanan dan distribusi energi serta berdialog dengan pekerja dan mitra kerja yang bertugas menjaga kelancaran pasokan BBM dan avtur di wilayah tersebut.
Ia mengapresiasi dedikasi para pekerja Pertamina yang dinilai berperan penting dalam menjaga stabilitas distribusi energi, termasuk di kawasan yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan nasional.
Menurut dia, aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan atau Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional.
Baca juga: PHE mencatat produksi migas 1 juta barel setara minyak per hari pada 2025
Baca juga: Pertamina memastikan stok BBM Pertalite tersedia di seluruh Indonesia
"Tidak ada target produksi, tidak ada keuntungan bisnis, dan tidak ada pencapaian korporasi yang lebih penting daripada keselamatan manusia, aset, dan lingkungan kita. Bisnis bisa kita kejar, tetapi nyawa manusia tidak dapat tergantikan," katanya.
Ia menegaskan seluruh pekerja maupun mitra kontraktor wajib mematuhi prosedur keselamatan kerja, termasuk penerapan Sistem Izin Kerja Aman (SIKA) dan Critical Life Saving Rules (CLSR), sebagai bagian dari budaya kerja perusahaan.
Menurut dia, dokumen dan prosedur keselamatan kerja bukan sekadar persyaratan administratif, melainkan instrumen penting untuk memastikan seluruh risiko operasional telah dimitigasi sebelum pekerjaan dilaksanakan.
Lebih lanjut, Iriawan menjelaskan kegiatan MWT menjadi sarana bagi jajaran direksi dan komisaris untuk melihat secara langsung kondisi operasional di lapangan, menyerap aspirasi pekerja, serta memastikan kebijakan perusahaan berjalan efektif.
Dalam kunjungan tersebut, manajemen juga menekankan pentingnya menjaga keandalan fasilitas penunjang distribusi energi, antara lain tangki timbun, dermaga (jetty), sistem pemadam kebakaran, serta infrastruktur pendukung lainnya.
Menurut dia, seluruh fasilitas vital tersebut harus selalu dalam kondisi siap operasi guna menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat dan sektor pariwisata di Labuan Bajo.
Ia juga mengajak seluruh insan Pertamina memperkuat sinergi melalui semangat One Pertamina untuk menjaga ketahanan energi nasional.
"Sinergi yang erat, kepatuhan terhadap regulasi, serta tata kelola yang berintegritas menjadi kunci utama dalam menjamin pasokan energi yang andal dan berkelanjutan," katanya.
Labuan Bajo merupakan salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas yang ditetapkan pemerintah dan membutuhkan dukungan pasokan energi yang stabil untuk menunjang aktivitas penerbangan, pelayaran, serta kegiatan ekonomi dan pariwisata di kawasan tersebut.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
