Logo Header Antaranews Kupang

Pemkot Kupang fasilitasi khitanan massal bagi 100 peserta

Senin, 15 Juni 2026 15:27 WIB
Image Print
Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis saat membuka kegiatan khitanan massal bagi 100 peserta di Masjid Al-Mutazam Namosain, Kupang, NTT, Senin (15/6/2026). ANTARA/HO-Pemkot Kupang

Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, memfasilitasi khitanan massal bagi 100 peserta dari 20 masjid di wilayah tersebut sebagai upaya meningkatkan kesehatan masyarakat dan mendukung pembangunan sumber daya manusia.

“Bagi Pemerintah Kota Kupang, pembangunan yang paling penting adalah pembangunan manusia. Karena itu, kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat menjadi prioritas utama yang terus kita jaga bersama,” kata Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis, di Kupang, Senin.

Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Khitanan Massal Lingkup Pemerintah Kota Kupang Tahun 2026 di Masjid Al-Mutazam Namosain Kupang.

Sebanyak 100 peserta berusia 2 hingga 22 tahun dari 20 masjid di Kota Kupang mengikuti kegiatan yang telah menjadi program rutin Pemerintah Kota Kupang sejak tahun 1997 tersebut.

Serena mengatakan keberlangsungan program selama hampir tiga dekade menjadi bukti konsistensi Pemkot Kupang dalam menghadirkan pelayanan yang menyentuh kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan.

Ia menegaskan khitanan massal bukan sekadar kegiatan pelayanan kesehatan, melainkan juga bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia.

Menurut dia, khitan memiliki manfaat yang tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga memiliki nilai keagamaan dan pembentukan karakter. Karena itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melahirkan generasi yang sehat, disiplin, dan bertanggung jawab.

Pada kesempatan itu, ia memberikan semangat dan motivasi agar para peserta menjalani proses khitan dengan penuh keberanian. Secara khusus ia mengapresiasi partisipasi para peserta dewasa dalam kegiatan tersebut.

“Kehadiran peserta dewasa menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap kesehatan semakin meningkat. Ini merupakan perkembangan yang sangat positif dan patut kita apresiasi bersama,” katanya.

Serena juga menjelaskan pelaksanaan kegiatan pada masa libur sekolah merupakan langkah yang sengaja diambil agar para peserta memiliki waktu pemulihan yang cukup tanpa mengganggu proses belajar.

Seluruh tindakan medis, katanya, ditangani oleh tenaga kesehatan profesional dan berpengalaman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap aspek keamanan dan kualitas pelayanan.

Serena juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang terus mendampingi dan memberikan perhatian terhadap kesehatan anak-anak mereka. Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak baik.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026