Logo Header Antaranews Kupang

TNI AD membangun empat jembatan yang putus di Kupang

Selasa, 7 Juli 2026 18:28 WIB
Image Print
Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono (kanan) berbincang-bincang dengan Dandim 1604/Kupang Letkol Arm Didit Prasetyo dan Sekretaris Camat Amfoang, saat meninjau jembatan Termanu, yang sudah putus sejak tahun 2021 di Kecamatan Amfoang, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (7/7/2026). ANTARA/Kornelis Kaha

Kupang (ANTARA) - Batalyon Zeni Tempur TNI-AD membangun kembali empat jembatan yang putus di Kecamatan Amfoang, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

"Mulai hari kita membangun kembali empat jembatan yang sudah rusak saat bencana beberapa tahun lalu," kata Komandan Korem 161/Wirasakti Brigjen TNI Hendro Cahyono di Kupang, Selasa.

Hal ini disampaikannya usai meninjau Jembatan Termanu di Kecamatan Amfoang yang sudah rusak sejak 2021 akibat bencana alam.

Akibat putusnya jembatan itu, warga khususnya anak-anak yang hendak sekolah terpaksa harus menyeberangi sungai.

Danrem menyebutkan, empat jembatan yang mulai dibangun ulang itu adalah Jembatan Termanu, Jembatan Kapstali, Jembatan Bipolo, dan Jembatan Numpifa.

Dia mengatakan sebagian material sudah dikirim dan akan tiba di lokasi pada Rabu (8/7). Setelah itu TNI AD akan mulai bekerja.

Hendro juga mengatakan kurang lebih 150 personel Yon Seni Tempur dari Jakarta akan diterjunkan untuk membangun empat jembatan yang rusak di daerah tersebut.

Apabila diperlukan tambahan tenaga, personel dari satuan TNI di wilayah NTT akan turut dilibatkan bersama masyarakat melalui semangat gotong royong.

"Seluruh pekerjaan ini dilaksanakan oleh TNI bersama masyarakat. Sinergi dan gotong royong menjadi kunci agar pembangunan dapat selesai tepat waktu," tegasnya.

Dia menambahkan, target penyelesaiannya adalah pada Desember 2026. Namun jika mendekati target belum selesai maka personel akan ditambah.

Hendro mengharapkan dengan adanya jembatan tersebut anak-anak sekolah atau warga yang hendak melintas tidak perlu lagi menyeberang sungai.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026