Logo Header Antaranews Kupang

Undana resmi memiliki laboratorium riset tata kelola digital AI

Rabu, 8 Juli 2026 14:05 WIB
Image Print
Foto bersama saat peresmian Laboratorium Centre of Transformative Democracy and Public Governance. ANTARA/Ho-Undana

Kupang (ANTARA) - Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur kini resmi memiliki laboratorium riset tata kelola digital kecerdasan buatan atau artificial intelllegence atau yang dikenal dengan sebutan AI.

Ketua Umum DPP Indonesian Association for Public Administration (IAPA) Wilayah Nusa Tenggara Timur Prof. Dr. M.R. Khairul Muluk di Kupang, Rabu mengatakan transformasi digital telah mengubah pola kerja organisasi publik sehingga perguruan tinggi harus menyiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk AI.

"Transformasi digital bukan sekadar mengubah proses kerja manual menjadi digital atau memindahkan dokumen ke komputer. Ini adalah pembaruan cara berpikir, cara bekerja, dan bagaimana organisasi negara melayani serta merespons kebutuhan masyarakat secara cepat," katanya.

Hal ini disampaikannya usai meresmikan Laboratorium Centre of Transformative Democracy and Public Governance sebagai pusat riset untuk mendukung transformasi tata kelola pemerintahan berbasis digital dan pengembangan kebijakan publik yang inovatif.

Ia mengatakan perkembangan teknologi, seperti big data, AI, dan analisis data, menjadi bagian penting dalam tata kelola pemerintahan modern sehingga perlu diintegrasikan dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi.

Menurut dia, laboratorium tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi akademisi, mahasiswa, pemerintah, dan praktisi untuk menghasilkan inovasi kebijakan yang mampu menjawab tantangan pelayanan publik di era digital.

Akademisi senior Undana Prof. Dr. David B.W. Pandie, menilai kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan demokrasi, akuntabilitas, dan penegakan hukum agar mampu meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.

"Kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan demokrasi dan partisipasi masyarakat. Tata kelola pemerintahan yang baik bukan hanya memanfaatkan teknologi, tetapi juga menjamin transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan publik yang berkualitas," ujarnya.

Dekan FISIP Undana itu mengatakan Laboratorium Centre of Transformative Democracy and Public Governance akan dikembangkan sebagai pusat kajian multidisiplin yang menghubungkan dunia akademik dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Melalui laboratorium tersebut, berbagai penelitian mengenai demokrasi, reformasi birokrasi, pelayanan publik, transformasi digital, hingga pemanfaatan AI dalam pemerintahan akan dikembangkan untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).

Selain menjadi sarana penelitian, laboratorium itu juga akan mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa melalui praktik analisis kebijakan, pengolahan data, dan pemanfaatan teknologi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Undana menilai keberadaan laboratorium tersebut sejalan dengan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung program transformasi birokrasi nasional sekaligus memperkuat peran kampus sebagai mitra strategis pemerintah daerah.

Melalui kolaborasi dengan IAPA NTT, hasil-hasil penelitian yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam menyusun kebijakan yang lebih adaptif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

Dia menambahkan peresmian laboratorium itu juga menjadi bagian dari upaya Undana memperkuat implementasi visi Kampus Berdampak dengan menghadirkan inovasi yang tidak hanya berkembang di lingkungan akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan tata kelola pemerintahan di Nusa Tenggara Timur maupun Indonesia.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026