
Bulog: Serapan gabah di NTT mencapai 98 persen

Kupang, NTT (ANTARA) - Perusahaan Umum Badan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan serapan gabah petani di provinsi itu telah mencapai 98 persen.
"Sampai dengan saat ini kita telah serap 7.200 ton setara beras dan telah capai 98 persen dari target," kata Wakil Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil NTT Romaijon Purba di Kupang, NTT, Rabu.
Dia mengatakan dengan pencapaian itu maka, pihaknya telah mencapai target pengadaan tahunan yakni di tahun 2026 ini.
Romaijon mengatakan sesuai target yang diberikan, Bulog NTT di tahun 2026 ini diwajibkan untuk menyerap 7.300 ton setara beras, namun kali ini sudah 7.200 ton setara beras.
"Artinya tinggal sedikit lagi target tahun ini tercapai," ujar dia.
Dia menjelaskan bahwa capaian tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan realisasi pengadaan pada tahun sebelumnya.
Padahal sekarang masih bulan Juli, sehingga capaian tahun ini sudah lebih tinggi dibandingkan tahun lalu
Di sepanjang 2025 Bulog NTT dia mengatakan, Bulog NTT hanya mampu menyerap sekitar 6.000 ton setara beras hingga akhir tahun.
Tetapi, di tahun 2026, angka tersebut telah terlampaui meski tahun anggaran masih menyisakan beberapa bulan.
Dia menjelaskan keberhasilan penyerapan didukung oleh meningkatnya produksi padi di sejumlah daerah sentra pertanian serta kerja sama Bulog dengan pemerintah daerah.
Selain itu, juga dukungan dari kelompok tani, gabungan kelompok tani (gapoktan), penggilingan padi, dan mitra pengadaan.
Ia menjelaskan penyerapan gabah dan beras dilakukan di sejumlah sentra produksi padi di Provinsi NTT yang menjadi wilayah kerja Bulog.
Terdapat sejumlah wilayah di NTT yang menjadi lokasi serapan gabah petani, yakni di pulau Sumba seperti Sumba Tengah, Sumba Barat, serta Sumba Timur.
Kemudian, di pulau Timor seperti di Kabupaten Kupang, Malaka serta Kabupaten Belu, Sementara itu juga di l Rote Ndao.
Menurut dia, pengadaan gabah dan beras dari petani merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga di tingkat produsen sekaligus memperkuat cadangan pangan pemerintah.
"Kami akan terus mengoptimalkan penyerapan selama musim panen masih berlangsung agar target pengadaan dapat terpenuhi bahkan melampaui target yang telah ditetapkan," ujarnya.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
