Perbedaan tekanan udara Australia-Asia picu angin kencang di NTT

id bmkg angin kencang,bmkg

Perbedaan tekanan udara Australia-Asia picu angin kencang di NTT

Kepala BMKG Stasiun El Tari Kupang, Bambang Setiajid. (ANTARA/Bernadus Tokan)

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, angin kencang yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur saat ini dipicu oleh perbedaan tekanan udara di wilayah Australia dan Asia.
Kupang (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, angin kencang yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur saat ini dipicu oleh perbedaan tekanan udara di wilayah Australia dan Asia.

"Pemicu angin kencang saat ini adalah perbedaan tekanan udara di daratan Australia (1025 milibar/mB) dan Asia (1000mB)," kata Kepala BMKG Stasiun El Tari Kupang, Bambang Setiajid kepada Antara di Kupang, Senin (10/6).

Menurut dia, angin kencang ini sempat meredah selama 3-7 hari karena di Pacifik Barat muncul pusat tekanan tinggi. "Puncaknya bulan Juni ini, namun ada break 3-7 hari. Artinya angin akan mereda. Break kali ini karena di Pasifik Barat muncul pusat tekanan tinggi yang menguranginya," katanya menjelaskan.

Dia menambahkan, besaran perbedaan tekanan udara di wilayah Australia dan Asia ini, dengan sendirinya akan berdampak pada gelombang laut akan semakin kondusif.

Namun, gelombang di wilayah perairan laut NTT akan naik kembali setelah ada penurunan tekanan di Pasifik. "Tetapi pada bulan Juli nanti, kondisi angin akan lebih bersahabat," kata Bambang Setiajid.

Baca juga: Angin kencang terus melanda NTT sampai Agustus
Baca juga: NTT dilanda angin kencang berkecepatan 45-60 km/jam
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar