Logo Header Antaranews Kupang

Piala Dunia 2026 - Penjelasan statistik Spanyol kalahkan Argentina saat final

Senin, 20 Juli 2026 13:55 WIB
Image Print
Rodri dari Spanyol merayakan kemenangan dengan mengangkat trofi Piala Dunia FIFA bersama rekan-rekan setimnya, sementara Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden AS Donald Trump turut berdiri di podium setelah Spanyol memenangkan pertandingan final turnamen sepak bola Piala Dunia 2026 melawan Argentina di Stadion New York/New Jersey di East Rutherford, AS, pada 19 Juli 2026. ANTARA/Evrim Aydın - Anadolu Agency / pri.

Jakarta (ANTARA) - Dominasi statistik membawa Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 pada final Piala Dunia 2026, di New Jersey, Senin, ketika La Roja menguasai penguasaan bola, wilayah permainan, dan peluang hingga memastikan gelar dunia kedua mereka dalam laga di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Senin WIB.

Berdasarkan laporan statistik pascapertandingan yang dikutip dari Opta Analyst, keunggulan performa skuad asuhan Luis de la Fuente tersebut terlihat sangat mencolok melalui catatan 235 tendangan oper sukses yang mereka lepaskan di sepertiga akhir lapangan pertandingan.

Sebaliknya, kubu Argentina tercatat hanya mampu melakukan 47 operan di area pertahanan Spanyol sepanjang laga.

Dominasi teritorial yang mencapai angka 83,3 persen itu mengantarkan La Roja leluasa mengurung pertahanan lawan sejak awal laga. Spanyol terus mendikte ritme permainan dan memaksa Argentina bermain pasif di area luar kotak penalti mereka sendiri.

Taktik penguasaan bola itu sekaligus menjadi fondasi pertahanan terbaik Spanyol yang membuat frustrasi lini serang lawan. Argentina bahkan tidak mampu melepaskan satu pun tembakan ke arah gawang hingga pertandingan memasuki babak perpanjangan waktu.

Catatan resmi pertandingan juga menunjukkan bahwa tim Tango baru bisa melepaskan tembakan pertama mereka pada menit ke-126. Selama periode tersebut, barisan penyerang Spanyol justru sudah membombardir pertahanan lawan dengan total 20 tembakan.

Alur serangan bertubi-tubi itu akhirnya membuahkan hasil manis di babak kedua perpanjangan waktu. Ferran Torres yang masuk sebagai pemain pengganti berhasil menyambar umpan sundulan Nico Williams untuk menaklukkan penjaga gawang Emiliano Martinez yang telah melakukan 11 penyelamatan di laga tersebut.

Gol tunggal Torres juga melengkapi rekor impresif pertahanan Spanyol. Sepanjang turnamen, lini belakang mereka tercatat hanya kebobolan satu gol dari delapan pertandingan yang telah dijalani. Kemenangan di New Jersey tersebut sekaligus memperpanjang rekor tidak terkalahkan La Roja menjadi 38 pertandingan.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026