Logo Header Antaranews Kupang

Kemenag Flores Timur menanam 450 fragmen karang memperkuat ekoteologi

Selasa, 21 Juli 2026 12:52 WIB
Image Print
Peserta memasang fragmen karang pada media transplantasi di kawasan Pantai Batumea, Kelurahan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. ANTARA/HO-Kemenag NTT

Kupang, NTT (ANTARA) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, menanam 450 fragmen karang di kawasan Pantai Batumea, Kelurahan Larantuka, sebagai bagian dari upaya memperkuat program Penguatan Ekoteologi melalui konservasi laut.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Flores Timur Yosef Aloysius Babaputra dalam keterangannya di Kupang, Selasa, mengatakan keterlibatan Kemenag dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata penguatan ekoteologi.

"Kementerian Agama bukan hanya mengurus persoalan agama dalam arti sempit. Kami juga memiliki tanggung jawab membangun kesadaran bersama untuk merawat lingkungan hidup sebagai bagian dari pengamalan iman," ujarnya.

Adapun kegiatan tersebut diinisiasi Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) San Dominggo bersama Tim Romantika Larantuka mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Gadjah Mada Tahun 2026.

Kemenag Flores Timur terlibat melalui Kelompok Kerja Penyuluh Agama Katolik bersama Pemerintah Kecamatan Larantuka, Pemerintah Kelurahan Larantuka, Karang Taruna, Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan, Orang Muda Katolik Paroki Katedral Larantuka, tokoh masyarakat, dan warga pesisir.

Sekitar 70 peserta terlibat dalam kegiatan tersebut. Rangkaian aksi diawali dengan pembersihan kawasan Pantai Batumea, dilanjutkan doa bersama, sambutan pemangku kepentingan, penyerahan piagam penghargaan, serta penanaman fragmen karang di area perluasan penanaman karang Batumea.

Sebanyak 450 fragmen karang ditransplantasikan menggunakan delapan media, terdiri atas tujuh rangka besi berbentuk spider web dan satu meja besi berukuran 2 x 1 meter.

Adapun fragmen yang ditanam didominasi jenis karang bercabang yang sebelumnya ditemukan patah di sejumlah titik perairan, kemudian dimanfaatkan kembali melalui metode transplantasi sebagai bagian dari rehabilitasi ekosistem laut.

Yosef mengapresiasi POKMASWAS San Dominggo, Tim Romantika Larantuka KKN UGM 2026, pemerintah setempat, serta seluruh unsur masyarakat yang membangun kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir.

Menurut dia, kepedulian terhadap alam merupakan panggilan moral dan spiritual yang harus diwujudkan melalui aksi berkelanjutan.

Ia juga mengatakan penguatan ekoteologi di lingkungan Kemenag Flores Timur telah didorong melalui berbagai kegiatan, antara lain penanaman pohon oleh ASN, pendampingan kelompok tani hortikultura, pelepasan tukik, edukasi lingkungan, serta pelestarian kawasan pesisir.

Dia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai aksi sesaat, tetapi menjadi budaya bersama dalam menjaga lingkungan.

Sementara itu, Ketua POKMASWAS San Dominggo Monika Bataona mengatakan penanaman tersebut merupakan tahap kedua di lokasi perluasan Area Penanaman Karang Batumea.

Menurut dia, kolaborasi lintas pihak penting untuk memperkuat pelibatan masyarakat, terutama generasi muda, dalam menjaga ekosistem laut.

"Kami percaya bahwa laut merupakan identitas bersama masyarakat pesisir. Karena itu, kesadaran menjaga laut harus menjadi gerakan kolektif seluruh masyarakat yang hidup di wilayah pesisir," ujar Monika.

Ia menambahkan monitoring terhadap media transplantasi akan dilakukan dua minggu setelah penanaman.

Monitoring tersebut meliputi pembersihan media, perawatan fragmen karang, serta pencatatan perkembangan sebagai bagian dari evaluasi keberhasilan rehabilitasi ekosistem laut.

Koordinator Tim Romantika Larantuka KKN UGM 2026 Anggito Yoel berharap kolaborasi tersebut dapat memperkuat budaya peduli lingkungan di masyarakat.

Ia juga menyampaikan bahwa menjaga laut tidak cukup dilakukan melalui kegiatan sesaat, tetapi membutuhkan kesadaran dan keterlibatan bersama secara berkelanjutan.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026