Pemerintah fasilitasi penyelesaian konflik dua perguruan silat di Kupang

id fasilitasi konflik

Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe (tengah) menerima kedatangan keluarga korban konflik dua perguruan silat di Kabupaten Kupang, Selasa (11/6) (ANTARA FOTO/Benny Jahang)

Pemerintah siap memfasilitasi pertemuan dengan kedua perguruan silat yang terlibat bentrok hingga menyebabkan satu korban meninggal dan empat pesilat luka-luka terkena bidikan anak panah pada Kamis (6/6) lalu.
Kupang (ANTARA) - Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe mengatakan pemerintah siap memfasilitasi pertemuan dengan kedua perguruan silat yang terlibat bentrok hingga menyebabkan satu korban meninggal dan empat pesilat luka-luka terkena bidikan anak panah pada Kamis (6/6) lalu.

"Pemerintah akan memfasilitasi pertemuan dengan kedua belah pihak yang terlibat konflik sehingga kasus itu tidak terus berlarut," kata Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe ketika dihubungi, Rabu (12/6).

Jerry Manafe mengatakan hal itu terkait permintaan DPRD Kabupaten Kupang agar pemerintah dapat memfasilitasi pertemuan guna menyelesaikan konflik yang terjadi diantara kedua perguruan silat yang sering terlibat konflik hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa selama empat tahun terakhir.

Jerry Manafe mengatakan, proses mediasi dilakukan pemerintah sebagai upaya menyelesaikan persoalan diantara kedua perguruan silat itu sehingga tidak memunculkan adanya persoalan baru.

Mantan wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang ini mengatakan kedua perguruan silat yang terlibat bentrok yaitu PSHT dan Kera Sakti akan dibina pemerintah setempat, sehingga cabang olahraga persilatan itu dapat memberikan kontribusi positif terhadap kegiatan olah raga di wilayah yang berbatasan dengan Ocusse, Timor Leste itu.

"Dinas Pemuda dan Olah raga nantinya yang terus membina kedua perguruan silat itu sehingga keberadaan mereka memiliki manfaat bagi perkembangan olah raga di Kabupaten Kupang," tegas Jerry.

Menurut dia, persoalan yang terjadi pada 6 Juni 2019 yang menyebabkan tewasnya Ramos Horta Sores (19), warga RT 22/RW 09, Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur merupakan murni kasus kriminal.

Baca juga: Kelompok perguruan silat di NTT bentrok, satu tewas
Baca juga: Bentrok antarwarga Tanah Merah-Oebelo tetap diusut
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar