
Pemkot Kupang dan BMKG bekali nelayan kemampuan baca informasi cuaca

Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang Nusa Tenggara Timur bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membekali para nelayan kemampuan membaca informasi cuaca demi keselamatan dalam melaut, melalui Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN).
Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt di Kupang, Rabu, mengatakan pengetahuan membaca informasi cuaca menjadi bekal penting agar setiap nelayan dapat melaut dengan aman sekaligus meningkatkan produktivitas usaha.
"Silakan manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Ilmu yang diperoleh akan menjadi bekal untuk mengambil keputusan, apakah saatnya melaut atau justru menunggu hingga kondisi cuaca lebih aman. Yang paling penting adalah mencari rezeki sekaligus pulang ke rumah dengan selamat," katanya dalam kegiatan SLCN Tahun 2026 yang diselenggarakan Stasiun Meteorologi Maritim Tenau BMKG.
Menurut dia, perkembangan teknologi saat ini telah mempermudah nelayan memperoleh informasi cuaca secara cepat dan akurat. Jika dahulu nelayan mengandalkan pengalaman membaca arah angin, posisi bintang, maupun tanda-tanda alam lainnya, kini informasi ilmiah dari BMKG menjadi bekal penting dalam menentukan waktu yang tepat untuk melaut.
Ia juga meminta para peserta tidak berhenti pada dirinya sendiri, tetapi menjadi penyambung informasi bagi nelayan lain di wilayah pesisir Kota Kupang sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya informasi cuaca sebelum beraktivitas di laut.
"Pemerintah Kota Kupang berkomitmen terus memperkuat sinergi bersama BMKG, Dinas Perikanan, Basarnas, TNI AL, Polairud, dan seluruh pemangku kepentingan agar informasi cuaca semakin mudah diakses oleh masyarakat pesisir," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Manajemen Operasi dan Kerja Sama Meteorologi Maritim BMKG Yuli Kartiningsih menjelaskan bahwa Indonesia sebagai negara maritim memiliki potensi kelautan yang besar, namun aktivitas di laut juga memiliki risiko tinggi akibat perubahan cuaca yang sangat dinamis.
Karena itu, melalui SLCN 2026, BMKG ingin membangun budaya sadar cuaca agar nelayan tidak hanya mampu mengakses informasi prakiraan cuaca, tetapi juga memahami dan memanfaatkannya sebagai dasar pengambilan keputusan sebelum melaut.
“Program ini diharapkan mampu mewujudkan nelayan yang hebat, selamat, dan sejahtera,” ujarnya.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Yandri Anderudson Tungga menambahkan bahwa pelaksanaan SLCN Tahun 2026 dilatarbelakangi oleh karakteristik NTT sebagai wilayah kepulauan dengan jumlah masyarakat pesisir dan nelayan yang cukup besar.
Menurut dia, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan nelayan dalam mengakses, membaca, memahami, dan menyebarluaskan informasi cuaca maritim sehingga dapat meningkatkan keselamatan pelayaran sekaligus mendukung produktivitas hasil tangkapan.
Tahun ini, SLCN diikuti 34 peserta, terdiri atas 25 nelayan Kelurahan Lasiana, 5 nelayan Kampung Solor, dan 4 penyuluh perikanan, yang mendapatkan materi mengenai prakiraan cuaca maritim, tinggi gelombang, peringatan dini cuaca ekstrem, serta pemanfaatan layanan informasi BMKG untuk mendukung aktivitas melaut yang aman dan produktif.
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
