Logo Header Antaranews Kupang

Undana menegaskan Jessica belum sampai tahapan ujian skripsi

Kamis, 6 Agustus 2026 10:30 WIB
Image Print
Tangkapan layar. Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Alumni, dan Perencanaan Undana Prof. Dr. Philiphi de Rozari menjelaskan kepada wartawan terkait kasus Jessica. ANTARA/Kornelis Kaha

Kupang (ANTARA) - Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menegaskan mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Jessica Sofia Tunardjo belum memasuki tahapan ujian skripsi sehingga narasi mengenai pembatalan ujian skripsi sebanyak 12 kali tidak sesuai fakta akademik.

"Kalau yang dimaksud adalah pembatalan ujian skripsi 12 kali itu tidak benar,” kata Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Alumni, dan Perencanaan Undana Prof. Philiphi de Rozari di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis.

Dia menjelaskan tahapan akademik mahasiswa yang bersangkutan baru sampai seminar proposal dan akan menuju seminar hasil. Setelah seminar hasil barulah masuk ke ujian skripsi.

Menurut Philipi, selama proses penyusunan tugas akhir memang terjadi penyesuaian jadwal seminar proposal maupun seminar hasil. Namun penyesuaian tersebut berbeda dengan pembatalan ujian skripsi.

Ia menjelaskan penyesuaian jadwal merupakan bagian dari koordinasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dosen penguji, serta administrasi di tingkat program studi maupun fakultas.

Terkait video yang viral yang menunjukkan Jessica menangis dan depresi akibat gagal ujian skripsi, hasil penyelidikan dari tim Undana adalah video itu dibuat atau direkam oleh temannnya.

“Jadi saat itu Jessica sedang mengalami kelelahan dan direkam oleh orang lain dan diunggah di media sosial,” ujar dia.

Namun ketika ditanya apakah akan diproses hukum pembuat dan penyebar video itu, dia menegaskan saat ini masih fokus ke kesehatan dari Jessica yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit.

“Saat ini kami sedang fokus pada kesehatan mahasiswa kami,” ucap Philipi.

Sebelumnya sebuah video muncul di media sosial dan viral. Video itu menunjukkan seorang mahasiswi pingsan. Narasi video tersebut menjelaskan bahwa mahasiswi tersebut pingsan karena kembali gagal ujian skripsi di Undana dan sudah memasuki kali ke-12.

Hal tersebut memunculkan beragam komentar negatif kepada Undana, khususnya kepada dosen yang disebut sebagai dosen pembimbingnya.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026