Logo Header Antaranews Kupang

45 dokter Undana dilantik dan disumpah untuk mengabdi di pelosok NTT

Senin, 10 Agustus 2026 13:06 WIB
Image Print
Foto bersama sejumlah dokter yang siap mengabdi di pelosok NTT. ANTARA/Ho-Undana

Kupang (ANTARA) - Sebanyak 45 dokter lulusan Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Universitas Nusa Cendana (Undana) disumpah dan dilantik untuk menjalani pengabdian, termasuk melalui program magang dan pendayagunaan dokter di berbagai fasilitas kesehatan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wakil Rektor I Undana Bidang Akademik Prof. Annytha I. R. Deta di Kupang, Senin, mengatakan para dokter baru harus mampu menjaga integritas dan ketahanan mental dalam menjalankan profesi, terutama ketika ditempatkan di daerah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan.

"Seorang penolong atau healer harus menyembuhkan dan mendidik dirinya terlebih dahulu melalui integritas, ketahanan mental, dan kesejahteraan sendiri, agar mampu menghidupkan kehidupan kepada masyarakat. Pegang teguh prinsip ini di manapun Saudara ditempatkan," katanya.

Menurut Annytha, tantangan pelayanan kesehatan di NTT membutuhkan dokter yang tidak hanya memiliki kompetensi medis, tetapi juga memiliki daya tahan, empati, dan komitmen untuk melayani masyarakat.

Ia mengatakan Undana terus memperkuat pendidikan kedokteran untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis di daerah, termasuk menyiapkan pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) melalui kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Udayana (Unud).

Dekan FKKH Undana Dr. Christina Olly Lada mengatakan 45 dokter tersebut telah melewati Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) dengan baik sehingga dinyatakan siap memasuki tahap pengabdian.

"Pengambilan sumpah periode ke-49 ini menjadi torehan prestasi membanggakan bagi Undana karena seluruh lulusan telah berhasil melewati tahapan UKMPPD dengan baik," katanya.

Menurut Christina, dukungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Dinas Kesehatan Provinsi NTT melalui skema beasiswa turut membantu proses pendidikan sekaligus mempersiapkan para dokter untuk mengikuti program internsip dan pendayagunaan dokter di berbagai fasilitas kesehatan daerah.

Mewakili 45 dokter yang dilantik, Steven S. Elim mengatakan profesi dokter bukan sekadar pekerjaan, tetapi amanah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan ilmu, integritas, dan empati.

"Menjadi dokter bukan hanya tentang memiliki segudang pengetahuan, tetapi belajar mendengar, berempati, serta tetap rendah hati ketika ilmu yang kita punya ternyata belum mampu menjawab semua pertanyaan pasien. Kepercayaan masyarakat ini hanya dapat kita jaga dengan ilmu, integritas, dan kasih kepada sesama," ujarnya.

Ia mengingatkan para dokter baru untuk tetap mengingat perjuangan orang tua, dosen, serta tenaga kesehatan, yang mendampingi mereka selama menjalani pendidikan hingga menyelesaikan tahapan ko-asistensi.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026