
Respons Gempa Flores, Undana Lepas 20 Personel Tim Kemanusiaan

Tim tahap pertama ini terdiri dari sembilan anggota Mapala, enam mahasiswa, serta unsur dosen
Kupang (ANTARA) - Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang memberangkatkan 20 personel tim kemanusiaan tahap pertama ke Pulau Flores untuk melakukan asesmen kebutuhan dan menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026.
Tim tersebut dilepas secara resmi oleh Wakil Rektor III Undana, Dr. Rudi Rohi, M.Si., didampingi Wakil Rektor I Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., di Lobi Rektorat Undana, Kamis (20/8).
Rudi mengatakan kehadiran tim kemanusiaan Undana merupakan bentuk solidaritas sekaligus tanggung jawab perguruan tinggi dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Duka itu memang terjadi dan kita semua merasakannya. Dalam suasana bencana, kita harus saling bergandengan tangan. Apa pun kontribusi yang kita berikan untuk membantu saudara-saudara kita yang mengalami musibah, akan sangat berarti,” ujarnya.
Menurut dia, perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam bidang akademik, tetapi juga harus mampu hadir secara langsung ketika masyarakat menghadapi persoalan kemanusiaan.
Bencana gempa Flores, kata dia, juga menjadi momentum bagi sivitas akademika untuk belajar secara langsung mengenai penanganan bencana, mitigasi, serta upaya mengantisipasi risiko bencana di masa mendatang.
Pembina Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Undana, Nixon Rammang, S.Hut., M.Si., mengatakan 20 personel yang diberangkatkan merupakan bagian dari aksi kemanusiaan Undana, dengan Mapala menjadi salah satu unsur operasional di lapangan.
“Tim tahap pertama ini terdiri dari sembilan anggota Mapala, enam mahasiswa, serta unsur dosen,” katanya.
Selain membawa personel, tim juga mengerahkan kendaraan yang mengangkut bantuan berupa sembako dan sejumlah perlengkapan pendukung sesuai dengan data kebutuhan awal masyarakat terdampak.
Baca juga: Undana buka Posko dan rekening donasi untuk korban gempa Flores
Baca juga: KKN Undana membantu kemandirian desa berbasis agrowisata di Ende
Nixon menjelaskan, tim gelombang pertama akan berada di lokasi bencana selama sekitar satu minggu untuk melakukan asesmen kondisi masyarakat dan kebutuhan di lapangan.
Hasil asesmen tersebut akan dituangkan dalam laporan tertulis dan dokumentasi visual sebagai bahan pertimbangan pimpinan Undana dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.
“Data hasil asesmen ini nantinya menjadi acuan untuk program KKN Tematik pada gelombang kedua yang akan berada di lokasi dalam waktu lebih panjang untuk mendukung proses pemulihan masyarakat,” katanya.
Keterlibatan mahasiswa dalam misi kemanusiaan tersebut juga menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat Flores, mengingat sebagian mahasiswa Undana berasal dari wilayah yang terdampak gempa.
Perwakilan mahasiswa Resimen Mahasiswa (Menwa) Undana, Vento Taneo, mengatakan tim tidak hanya membawa bantuan secara fisik, tetapi juga ingin memberikan dukungan moral kepada masyarakat terdampak.
“Kami ingin membantu secara langsung, baik melalui bantuan fisik maupun dukungan moral, sehingga masyarakat yang terdampak bisa segera pulih dan bangkit kembali,” ujarnya.
Melalui pengiriman tim kemanusiaan tersebut, Undana menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat dalam situasi bencana, sekaligus mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan kepedulian sivitas akademika dalam mendukung proses penanganan serta pemulihan pascagempa di Flores.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
