
TNI AU dan BNPB evakuasi korban gempa di NTT gunakan helikopter

Jakarta (ANTARA) - TNI AU dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengevakuasi seorang warga korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) menggunakan helikopter, Sabtu (22/8).
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu, menjelaskan upaya itu dilakukan agar korban dapat dilarikan dengan cepat ke rumah sakit guna mendapatkan tindakan medis.
I Nyoman menjelaskan korban yang diselamatkan bernama Maria Goreti Lelu (78) asal Kajukeri, Rokatenda, Alok Timur, Sikka.
"Berdasarkan pemeriksaan awal, pasien mengalami sesak napas, nyeri dada kiri, palpitasi, batuk, serta edema bilateral tungkai. Pasien mendapatkan penanganan awal berupa dukungan oksigen dan terapi medis emergensi," ujarnya.
Dia mengatakan korban lalu dibawa oleh personel Batalyon Kesehatan TNI Angkatan Udara (Yonkesau), Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) ke helikopter untuk dievakuasi.
Selanjutnya, kata dia, helikopter BNPB membawa Maria Goreti ke RSUD Dr. T. C. Hillers, Maumere untuk mendapatkan penangan medis lebih lanjut.
I Nyoman menegaskan keberhasilan ini merupakan bukti kuatnya kolaborasi antara TNI AU dan BNPB dalam menangani korban gempa NTT.
Dia memastikan personel TNI AU akan terus berkolaborasi dengan pihak manapun demi mensukseskan pemulihan wilayah di NTT pascagempa.
Pewarta : Walda Marison
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
