Logo Header Antaranews Kupang

Undana dampingi pelaku UMKM di TTU terapkan akuntansi digital

Kamis, 27 Agustus 2026 10:59 WIB
Image Print
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Nusa Cendana (Undana) mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU)./ ANTARA/Ho-Undana
"Sebelumnya kami hanya berpikir cara menjual produk. Setelah ikut kegiatan ini, kami paham pemasukan dan pengeluaran harus dicatat teratur.

Kupang (ANTARA) - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Nusa Cendana (Undana) mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, menerapkan pencatatan keuangan secara digital menggunakan aplikasi SIAPIK.

"Salah satu persoalan UMKM adalah pencatatan keuangan yang belum tertib. Kami ingin peserta tidak berhenti pada teori, tetapi mampu mempraktikkan SIAPIK dalam kegiatan usaha sehari-hari agar memiliki kebiasaan baru dalam mengelola keuangan berbasis data," kata Ketua Tim PkM Undana Jacob Abolla Daka saat dihubungi dari Kupang, Kamis.

Jacob Abolla Daka mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membantu pelaku UMKM beralih dari pencatatan keuangan secara manual menuju pengelolaan keuangan yang lebih tertata dan berbasis data.

Dalam kegiatan yang merupakan bagian dari program "Undana Berdampak" itu, peserta mendapatkan materi mengenai aplikasi Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) yang dipadukan dengan prinsip Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM).

Pelatihan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga praktik langsung menggunakan aplikasi SIAPIK.

Peserta dilatih mencatat transaksi harian, baik pemasukan maupun pengeluaran, memisahkan keuangan usaha dan keuangan pribadi, serta menyusun laporan keuangan berdasarkan data transaksi yang tercatat.

Dia menjelaskan, melalui pendampingan tersebut, Undana mendorong pelaku UMKM di TTU memiliki kemampuan mengelola keuangan secara mandiri dengan pencatatan yang lebih akurat, transparan, dan akuntabel.

Penggunaan sistem pencatatan digital juga diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat tata kelola usaha sehingga UMKM lokal dapat berkembang dan meningkatkan daya saing.

Salah seorang peserta UMKM, Gradiana Oematan, mengatakan pendampingan tersebut membantu dirinya memahami pentingnya pencatatan keuangan dalam menjalankan usaha.

"Sebelumnya kami hanya berpikir cara menjual produk. Setelah ikut kegiatan ini, kami paham pemasukan dan pengeluaran harus dicatat teratur. SIAPIK sangat membantu kami memisahkan keuangan usaha dan pribadi," ujarnya

Menurut dia, laporan keuangan yang tersusun secara sistematis dinilai dapat membantu pelaku usaha mengevaluasi kinerja bisnis, menyusun perencanaan usaha dan investasi, serta membuka peluang memperoleh akses pembiayaan dari lembaga keuangan.



Pewarta :
Editor: Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026