
Bupati Kupang mendorong 48 peserta pelatihan vokasi jadi wirausaha muda

Kupang, NTT (ANTARA) - Bupati Kupang Yosef Lede mendorong 48 peserta Pelatihan Vokasi Nasional Berbasis Kompetensi mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi usaha mandiri sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Kalau setelah pelatihan ada yang mau membuka usaha, komunikasikan dengan baik. Pemerintah akan melihat apa yang bisa kita lakukan. Kita ingin anak-anak muda di Kabupaten Kupang memiliki kemandirian dan tidak terus bergantung kepada orang tua maupun pemerintah,” kata Bupati Yosef di Kupang, Selasa.
Hal itu disampaikannya saat membuka Pelatihan Vokasi Nasional Berbasis Kompetensi di UPTD Balai Pelatihan Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.
Pelatihan tersebut merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur.
Pada kesempatan itu, Yosef mendorong agar pelatihan tersebut tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan, tetapi dapat dilanjutkan dalam bentuk praktik dan usaha yang memberikan manfaat nyata bagi peserta.
“Harapan kita, ilmu dan keterampilan yang diperoleh di sini dapat dipraktikkan setelah pelatihan selesai, sehingga membuka peluang usaha dan menciptakan kemandirian bagi anak-anak muda kita,” ujar dia.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali pengetahuan sebanyak mungkin.
Menurut dia, keterampilan merupakan modal penting yang dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi, terutama ketika peserta berani memulai dari usaha kecil.
Ia mendorong peserta untuk tidak hanya berpikir sebagai pencari kerja, tetapi juga berani menjadi pencipta lapangan kerja. Menurut dia, tidak semua orang harus menempuh jalan yang sama dalam membangun masa depan karena setiap orang memiliki potensi dan talenta yang dapat dikembangkan.
“Tidak semua orang diciptakan untuk menjadi PNS. Masing-masing memiliki talenta. Yang penting adalah bagaimana talenta itu dikembangkan menjadi sesuatu yang bernilai,” katanya.
Bupati menilai keterampilan di bidang pengolahan buah serta penyiapan produk pastry dan kue yang diperoleh peserta memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha produktif.
Dengan kreativitas dan inovasi, produk sederhana dapat dikembangkan menjadi usaha yang menghasilkan pendapatan sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.
Karena itu, dia menegaskan Pemerintah Kabupaten Kupang siap mendukung keberlanjutan peserta setelah pelatihan, termasuk melalui komunikasi dengan berbagai pihak dan mitra perbankan yang dapat mendukung pengembangan usaha dan akses pembiayaan sesuai ketentuan.
Bupati juga mengingatkan bahwa keberhasilan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Banyak usaha berkembang karena dimulai dari langkah kecil, kemudian dibangun melalui proses, kerja keras, kreativitas dan ketekunan.
Ia berharap 48 peserta dapat menyelesaikan pelatihan dengan baik, membawa pulang keterampilan yang diperoleh, dan menerapkannya dalam kehidupan nyata.
“Kita berharap ada dampak dan tindak lanjut dari apa yang diterima di tempat ini. Setelah pulang, ilmu yang diperoleh harus dipraktikkan dan dikembangkan,” ujar dia.
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
