Logo Header Antaranews Kupang

MSM bertekad menjadi penghasil tebu terbaik di Indonesia

Kamis, 3 September 2026 13:38 WIB
Image Print
Managing Director PT MSM Budi Hediyana di hadapan sejumlah pimpinan redaksi media nasional yang melakukan "Trip Manisnya Sumba" ke kawasan industri agribisnis perkebunan dan pengolahan tebu milik Grup Djarum di Kabupaten Sumba Timur yang berlokasi di Desa Wanga, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, Kamis (3/9/2026). (ANTARA/Anwar Maga)

Waingapu, NTT (ANTARA) - Manajemen PT Muria Sumba Manis (MSM) selaku perusahaan agribisnis perkebunan dan pengolahan tebu milik Grup Djarum di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), bertekad menjadi penghasil tebu terbaik secara nasional di Indonesia.

"Kondisi alam yakni potensi sinar matahari dan infrastruktur yang terus dilakukan di Pulau Sumba diharapkan bisa mempercepat investasi sehingga akan dapat menghasilkan tebu yang lebih manis dari daerah lain dan ini akan menjadi tebu terbaik nasional, serta membantu swasembada gula nasional," kata Managing Director PT MSM Budi Hediyana di hadapan sejumlah pimpinan redaksi media nasional yang melakukan "Trip Manisnya Sumba" ke kawasan industri agribisnis perkebunan dan pengolahan tebu milik Grup Djarum di Kabupaten Sumba Timur yang berlokasi di Desa Wanga, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, Kamis.

Budi menjelaskan bahwa MSM merupakan perusahaan yang mengembangkan perkebunan di lahan kering Sumba Timur dengan investasi besar untuk mendukung swasembada gula nasional.

Perusahaan Grup Djarum itu didirikan pada 2014 dan mulai beroperasi/pembangunan pabrik sekitar 2018, dan fokus usahanya pada sektor perkebunan tebu terpadu dan pabrik pengolahan gula modern pertama di NTT.

PT Djarum Grup menanamkan modalnya senilai Rp9,2 triliun dengan luasan lahan 20 ribu hektare dengan sistem hak guna pakai (HGP) 30 tahun.

Dalam pelaksanaannya, perusahaan itu telah membangun pabrik gula di kawasan pertanian tersebut, untuk bisa memanfaatkan bahan baku tebu yang ada tersebut. Selain itu juga akan membuka peluang tenaga kerja warga lokal di perusahaan tersebut.

Pabrik gula yang dibangun ini memiliki kapasitas total 12.000 tons cane per day (TCD) dan terintegrasi dengan perkebunan tebu milik perusahaan.

Pabrik gula yang dibangun Muria Sumba ini menggunakan technology fully automatic control yang dilengkapi dengan unit dekolorisasi sehingga diharapkan produk yang dihasilkan dapat masuk ke pasar B2B untuk gula industri.

Pabrik yang mulai beroperasi penuh pada tahun 2020 ini diharapkan dapat menghasilkan 1.200 ton gula kristal putih dan gula kristal rafinasi setiap harinya selama masa panen tebu dalam empat bulan yakni pertengahan Juli hingga pertengahan Oktober setiap tahun.

"Memang saat ini masih jauh dari perjalanan kita, kita punya target sekitar 20.000 hektare, dan baru 26 persen dari target yakni sekitar 5.000 hektare yang kita tanam. Total nilai investasi sekitar Rp9,2 triliun, dan fase satu saja sudah mencapai Rp6,5 triliun. Namun, akan terus diupakan peningkatan luas tanam," ujarnya.

Budi menyebut sampai 2031 lahan yang ditanami tebu ditargetkan dapat mencapai 10 ribu hektare, atau tambah 1.000-an hektare tiap tahun.

Selain gula kristal putih, ada juga molase (molasses), dan ampas tebu (belotong/blotong atau bagasse). Semua produk kami berkualitas unggul dan menjadi bagian penting dalam menghadirkan cita rasa dan kualitas terbaik.

MSM juga secara aktif menyelaraskan visi dengan Wawasan Indonesia 2045, yang bertujuan untuk memposisikan Indonesia sebagai salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Sebagai bagian dari perjalanan transformatif ini, MSM memainkan peranan penting dengan berfokus pada pembangunan ekonomi di Indonesia Timur, dengan menyasar kawasan Indonesia Timur secara strategis, dan MSM berkontribusi dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan di area tersebut.

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam menjalankan bisnisnya, MSM selalu memegang teguh komitmen untuk memberikan yang terbaik, yakni menanamkan dan menjaga budaya inovasi yang berkelanjutan.

"Kami senantiasa berkreasi membina terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan kualitas proses dan produk-produk kami. Didukung investasi strategis di sektor teknologi dan penelitian, MSM terus meningkatkan standar kualitas dan efisiensinya, sehingga MSM berada selangkah lebih maju dari tren industri," ujarnya.

Gula yang dihasilkan dari pabrik pengolahan tebu PT MSM di Desa Wanga, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, NTT, Kamis (3/9/2026). (ANTARA/Anwar Maga)


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: MSM bertekad jadi penghasil tebu terbaik di Indonesia



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026