Kata Wagub NTT, kami sudah ada gaji, tidak usah disogok lagi

id Wagub NTT

Kata Wagub NTT, kami sudah ada gaji, tidak usah disogok lagi

Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)

"Jika ada kontraktor yang datang menghadap saya atau Gubernur NTT jangan berani-berani menyogok kami. Kami sudah punya gaji, uang kami juga lebih banyak dari para kontraktor koq," kata Wagub Josef Nae Soi.
Kupang (ANTARA) -
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Josef Nae Soi menegaskan bahwa dirinya bersama Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat sudah punya gaji tetap, sehingga menolak semua pemberian, termasuk di antaranya uang pelicin atau sogok-menyogok dari para kontraktor.

"Jika ada kontraktor yang datang menghadap saya atau Gubernur NTT jangan berani-berani menyogok kami. Kami sudah punya gaji, uang kami juga lebih banyak dari para kontraktor koq," katanya kepada wartawan di Kupang, Selasa (2/7).

Menurut mantan anggota DPR-RI dari Partai Golkar itu, jika hal itu dilakukan oleh para kontraktor maka tindakan penyogokan tersebut sama halnya dengan menghina gubernur dan wakil gubernur.

Ia mengatakan hal yang dilakukan para kontraktor adalah membangun dengan benar apa yang dipercayakan agar bermanfaat bagi masyarakat NTT, bukan sogok-menyogok.

"Saat ini kita sedang membangun masyarakat dan daerah kita, agar kelak bisa berdaya guna oleh karena itu, yang membangun NTT juga harus bisa bekerja dengan jujur," ujarnya.

Para kontraktor juga, kata Wagub Nae Soi, jika membangun jalan bangunlah sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditentukan. "Jangan curi-mencuri lagi spesifikasinya, seperti membuat aspal jalan dengan spesifikasi 150 derajat, tetapi nyatanya hanya 120 derajat. Itu melanggar hukum," katanya.

Kemudian, jika ada pengawas proyek yang menerima sogokan dari kontraktor juga berhati-hati. "Jika saya temukan maka akan langsung saya pecat itu pengawasnya," katanya menegaskan.

Baca juga: Kejaksaan NTT tahan enam orang yang diduga korupsi proyek NTT Fair
Baca juga: Sekda NTT penuhi panggilan Kejaksaan Tinggi NTT
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar