Masuk ke TNK harus melalui sistem satu pintu

id TNK

Masuk ke TNK harus melalui sistem satu pintu

Para wisatawan sedang berjalan di atas sebuah titian di pantai Pink, kawasan TNK di Manggarai Barat, Pulau Flores, NTT. (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyatakan penerapan sistem satu pintu menuju Taman Nasional Komodo (TNK) di ujung barat Pulau Flores itu, akan mulai diberlakukan pada tahun 2020.
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, menyatakan penerapan sistem satu pintu menuju Taman Nasional Komodo (TNK) di ujung barat Pulau Flores, akan mulai diberlakukan pada tahun 2020.

"Ya kami memang akan segera menetapkan sistem pelayanan satu pintu menuju kawasan TNK. Tetapi itu baru akan dimulai pada tahun 2020," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Manggarai Barat Gusti Rinus saat dihubungi ANTARA dari Kupang, Kamis (4/7).

Ia menjelaskan bahwa sistem satu pintu itu nantinya mewajibkan seluruh kapal wisata dari luar seperti kapal cruise dan yacht untuk tidak lagi memasuki kawasan TNK jika ingin berwisata.

"Wisatawan, khusus yang membawa kapal cruise dan yacht harus menggunakan kapal wisata yang ada di Labuan Bajo. Wisatawan luar yang menggunakan kapal cruise atau yacht tidak boleh masuk kawasan TNK kalau berwisata menggunakan kapal pribadi," ujar dia.

Oleh karena itu, kata dia, kapal-kapal wisata di Labuan Bajo harus memenuhi syarat seperti kelengkapan prosedur sebagai kapal wisata dan lainnya. "Nah sidak yang kami lakukan kemarin adalah bagian dari langkah kami untuk menyiapkan itu semua," katanya.

Kapal-kapal wisata yang ada di Labuan Bajo, tambah dia, harus memiliki dokumen-dokumen sesuai dengan perundang-undangan. Saat ini baru ada 101 kapal wisata yang memenuhi standar dari sekitar 350 kapal wisata di Labuan Bajo. Sebanyak 249 kapal wisata sisanya diharapkan segera mengurus dokumen-dokumen yang belum dimiliki.

Baca juga: Artikel - Pemulihan TNK dan tantangannya
Baca juga: Rp100 miliar untuk pengembangbiakan Komodo.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar