Akibat cuaca buruk, dua lintasan penyeberangan di NTT ditutup

id ASDP

Akibat cuaca buruk, dua lintasan penyeberangan di NTT ditutup

Seorang nelayah tradisional sedang berusaha melewati gelombang tinggi di wilayah NTT. (ANTARA FOTO/Rahmad)

PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menutup sementara dua lintasan penyeberangan di daerah ini akibat cuaca buruk berupa angin kencang yang disertai dengan gelombang pasang.
Kupang (ANTARA) - PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menutup sementara dua lintasan penyeberangan di daerah ini akibat cuaca buruk berupa angin kencang yang disertai dengan gelombang pasang.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang Burhan Zahim di Kupang, Rabu (17/7) mengatakan dua rute pelayaran yang ditutup itu adalah Kupang-Sabu-Ende dan Kupang-Aimere-Waingapu.

Ia mengatakan bahwa hal ini dilakukan karena sejak Senin (15/7) hingga Selasa (16/7)  Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa angin kencang dan gelombang tinggi yang menyerang perairan NTT mencapai 3,5 meter.

Burhan mengatakan pihaknya tak ingin mengambil risiko sehingga penutupan sementara rute pelayaran itu dilakukan sampai saat cuaca sudah membaik.
"Kami tak ingin mengambil risiko. Takutnya terjadi hal-hal yang tak kami inginkan," kata Burhan Zahim.

Sementara itu, pihak BMKG melaporkan tinggi gelombang 1,25-2,50 meter berpeluang terjadi di Selat Wetar, Selat Sape bagian selatan, sedang tinggi gelombang 2,50 - 4,0 meter berpeluang terjadi di perairan Selat Sumba, Laut Sawu, perairan selatan Pulau Sumba.

Baca juga: ASDP hentikan sementara pelayaran ke Sabu

Selain itu, terjadi juga di Samudera Hindia selatan NTT, perairan selatan Kupang-Pulau Rote, dan Laut Timor di bagian selatan NTT. Para operator dan nelayan diimbau dapat memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.

Untuk perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter), kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter).

Sedangkan untuk kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter), kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 12 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 meter).
Aktivitas di Pelabuhan Feri Bolok Kupang. (ANTARA FOTO/Erik Kaha)

 
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar