Tropis Lekima picu gelombang tinggi di NTT

id Gelombang

Tropis Lekima picu gelombang tinggi di NTT

Ota Welly Jenni Thalo. (ANTARA FOTO/Bernadus Tokan)

Badai tropis Lekima atau tropical strom Lekima 925 hPa dan Krosa 9500 hPa yang tumbuh di Samudera Pasifik Timur Filipina, telah memicu gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan NTT.
Kupang (ANTARA) -
Badai tropis Lekima atau tropical strom Lekima 925 hPa dan Krosa 9500 hPa yang tumbuh di Samudera Pasifik Timur Filipina, telah memicu gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT).
 
"Selain itu, pola angin di wilayah utara ekuator umumnya dari tenggara-barat daya dengan kecepatan 425 knot, sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya dari timur-tenggara dengan kecepatan 4-25 knot," kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau, Ota Welly Jenni Thalo di Kupang, Sabtu (10/8).
 
Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan penyebab tingginya gelombang di wilayah perairan laut NTT saat ini.

Menurut dia, kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan utara Sabang, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten, perairan Kepulauan Sangihe-Talaud, perairan Timur Bitung, kepulauan  Siau Tagulandang Biaro ( Sitaro), laut Maluku, laut Arafura bagian utara.
 
"Kondisi inilah yang mengakibatkan terjadinya peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah perairan laut tersebut," katanya.
 
Berdasarkan laporan BMKG, potensi gelombang setinggi 1.5-2.5 meter berpeluang terjadi di perairan utara Flores, Laut Sawu, laut Timor Selatan Nusa Tenggara Timur, perairan Selatan Kupang, Pulau Rote, Selat Wetar dan Selat Sape.
 
Sementara tinggi gelombang setinggi 2.5-4.0 meter berpeluang terjadi di selat Sumba bagian selatan, perairan selatan Pulau Sumba, dan Samudera Hindi selatan NTT. 
Wisatawan sedang mengamati ombak tinggi. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko) 
 
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar