Tropis Bailu picu gelombang tinggi di perairan NTT

id gelombang

Wisatawan sedang mengamati ombak tinggi di kawasan pantai. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

Badai tropisĀ (tropical storm) Bailu yang terdapat di Laut Filipina telah memicu gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk perairan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kupang (ANTARA) - Badai tropis (tropical storm) Bailu yang terdapat di Laut Filipina telah memicu gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk perairan Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Selain itu, pola angin di wilayah utara ekuator umumnya dari Tenggara-Barat Daya dengan kecepatan 4-25 knot, sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya dari Timur-Tenggara dengan kecepatan 4-30 knot," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Ota Welly Jenni Thalo  di Kupang, Kamis (22/8).

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Selatan Banten, Selat Makassar bagian Selatan, Sorong-Raja Ampat, Perairan Merauke dan Laut Arafuru. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut, ujarnya.

Menurut dia, tinggi gelombang 1.25 - 2.5 meter juga berpeluang terjadi di Selat Alor, Selat Sumba bagian Timur, dan Selat Ombai. Sedang, tinggi gelombang 2.5 - 4.0 meter berpeluang terjadi di Selat Sumba bagian barat, perairan selatan Kupang hingga Pulau Rote, dan perairan selatan Pulau Sumba.

"Selain itu, di Samudra Hindia selatan NTT, Laut Sawu, Laut Timor selatan NTT dan Selat Sape bagian selatan," katanya dan mengharapkan para nelayan dan operator pelayaran untuk memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.

Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di daerah pesisir pantai juga diminta waspada terhadap serangan gelombang tinggi, yang akan datang secara tiba-tiba.  
Anak-anak sedang bermain di pesisir pantai sambil menikmati deburan ombak laut. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/hp)
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar